JAKARTA, KOMPAS.com — Rapat kerja antara Komisi I DPR RI dan Menteri Pertahanan di DPR, Rabu (16/9), diwarnai ketegangan. Emosi menjurus ke aksi adu jotos nyaris terjadi. Bukan antara anggota komisi dan pemerintah, tetapi antar-anggota Dewan sendiri.
Ketegangan berawal dari penyampaian sikap Fraksi Partai Bulan Bintang (PBB) oleh Ketua Fraksi PBB Ali Mochtar Ngabalin atas keputusan pemerintah menarik draf RUU Rahasia Negara yang sudah dibahas hampir 1,5 tahun. Ngabalin mengatakan, fraksinya sangat kecewa terhadap pemerintah atas keputusan ini karena seenaknya membatalkan pembahasan setelah menghabiskan banyak waktu, uang, dan tenaga. Ngabalin menunjuk langsung kepada sosok Presiden.
"Dengan cara yang tidak menghargai saudara mengukur moral politik kita sangat rendah. Apresiasi saya atas ketidakkonsistenan pemerintah. Presiden itu cenderung plinplan, mencla-mencle. Ini menunjukkan rendahnya adab politik pemerintah. Tidak boleh terulang lagi," tegas Ngabalin.
Ketika Ketua Theo L Sambuaga sampai pada waktu memberikan kesempatan kepada Ketua Fraksi Demokrat Syarief Hasan, Syarief memulainya dengan menyindir tanggapan Ngabalin.
"Bahwa orang yang menjelekkan orang lain seperti Presiden, pemimpin negara, itu bukan orang yang beradab," tutur Syarief.
Pernyataan Syarief membuat Ngabalin berang. Ngabalin segera menginterupsi dengan suara keras meminta Theo memberhentikan tanggapan Syarief yang menjurus padanya. Menurut Ngabalin, Syarief tak pantas mengkonfrontasi pernyataannya.
"Ketua, Anda harus mengeluarkan dia. Dia bisa berpendapat, tapi tidak bisa mengkonfrontir. Kalau mau bilang tentang itu jangan diobrolin di dalam forum ini," tegas Ngabalin.
Theo meminta Ngabalin tenang. Namun, Ngabalin tambah berang ketika Syarief tetap meneruskan tanggapannya yang seolah-olah membela sosok Presiden. Ngabalin akhirnya berdiri sambil menunjuk ke arah Syarief yang ada di seberangnya.
Sayangnya, Syarief terus berbicara menjawab tuntutan Ngabalin kepada Theo. "Anda berbicara yang tidak sopan. Saya menghargai perbedaan, tapi jangan menjelek-jelekkan pemerintah. Marilah kita hormati pemimpin kita," lanjut Syarief.
Ngabalin yang sempat duduk akhirnya kembali berang. Ngabalin turun dari tempat duduknya di bagian atas sisi kanan Theo menuju tempat Syarief duduk. Mereka sempat dorong-dorongan sampai akhirnya berhasil dipisahkan anggota komisi lainnya.
Seorang anggota komisi lain meminta Syarief untuk tidak mengomentari pendapat di luar substansi. Namun, Syarief membela diri dengan mengatakan bahwa dirinya hanya menanggapi pernyataan yang juga di luar substansi.
Menhan Juwono Sudarsono dan jajarannya hanya bisa memandang ulah anggota Dewan dari tempat duduknya. Untungnya, suasana tegang mereda dan penyampaian pendapat dilanjutkan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang