Ck...ck...ck...Ijazah Palsu Dijual Rp 4,5 sampai 10 Juta!

Kompas.com - 16/09/2009, 16:46 WIB

ENDE, KOMPAS.com — Pihak Kepolisian Resor Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), membongkar kasus pembuatan ijazah palsu. Ijazah palsu itu dijual dengan harga Rp 4,5 juta sampai Rp 10 juta.

Dalam kasus ini, polisi menangkap Wilhelmus Djoka, mantan Kepala Sekolah Dasar Ende 5, di rumahnya di Jalan Garuda, Ende, Sabtu (12/9), pekan lalu.

"Tersangka mengakui, pembuatan satu ijazah tersebut seharga Rp 4,5 juta, sedangkan untuk satu paket dari SD hingga SMA sebesar Rp 10 juta," kata Kepala Kepolisian Resor Ende Ajun Komisaris Besar Bambang Sugiarto, di Ende, Rabu (16/9).

Tersangka mengaku mulai membuat ijazah palsu tersebut sejak 1997. Hingga kini, baru 3 ijazah yang sudah dikeluarkannya. Dari 3 ijazah, 2 ijazah di antaranya atas nama Albertus Weka (ijazah SD), yang diterbitkan pada 23 Juni 1998.

Lainnya, ijazah SMP dibuat atas nama Markus Meha, sedangkan satu ijazah lagi tersangka mengaku sudah lupa nama penggunanya. Tersangka menjabat Kepsek SD Ende 5 dari tahun 1991-1998.

Selain itu, tersangka juga mengungkapkan, dirinya mendapatkan blangko ijazah dari almarhum mantan kepala sekolah SD di Kecamatan Nangapanda. Kini, di tangan tersangka masih ada 2 blangko sisa yang belum terpakai.

Menurut Bambang, tersangka dijerat Pasal 263 Ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang Pemalsuan Surat dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

"Motif dari kasus ini untuk mencari keuntungan atau sebagai mata pencarian. Kami juga mengembangkan kasus ini, terutama terkait kemungkinan siapa saja yang telah memesan ijazah dari tangan tersangka, juga kemungkinan adanya pelaku yang lain," ujar Bambang.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ende Frans Hapri mengatakan, sejak 2003 lalu seluruh blangko ijazah di wilayah Kabupaten Ende telah dikembalikan ke provinsi. Dimungkinkan, kasus itu terjadi sebelum 2003, ketika masih tersisa blangko ijazah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau