YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Mulai Jumat (18/9) hingga Rabu (23/9) pelayanan publik di kantor-kantor pemerintahan tutup seiring mulainya cuti bersama pegawai negeri sipil dan libur lebaran. Gubernur DI Yogyakarta memperingatkan usai libur lebaran PNS segera melaksanakan pelayanan publik seperti biasa.
"Sebab, seringkali masuk hari pertama setelah lebaran, masih banyak yang kosong sehingga pelayanan publik menjadi terganggu," ungkap Tavip Agus Rayanto, Asisten Pemerintahan dan Kesejaheraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi DIY, Kamis (17/9).
Tavip mengatakan, Gubernur DIY telah mengeluarkan surat edaran berisi imbauan agar pelayanan publik di setiap kabupaten/kota di DIY tetap bisa dilaksanakan seperti biasa pada hari kerja yang telah ditetapkan. Menurut Tavip cuti bersama lebaran ditetapkan dua hari yaitu 18 dan 23 September. "Tidak ada alasan karena masih suasana lebaran sehingga pelayanan publik tidak bisa dilaksanakan pada hari kerja," katanya.
Ia mengingatkan akan menggelar inspeksi mendadak pada hari pertama masuk usai lebaran untuk mengecek ada tidaknya PNS yang membolos. Inspeksi akan dilakukan secara acak di kantor-kantor layanan publik. Dalam surat edaran Gubernur, ungkap dia, kendaraan dinas milik Pemprov DIY tidak diperbolehkan digunakan mudik lebaran para pejabat Pemprov. "Kalau ditemukan pelanggaran itu nanti ditangani Inspektorat, sanksi sudah ada aturanya, apakah teguran, atau lainnya," ucapnya.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pemprov akan menggelar open house Gubernur pada 24 September di kantor Gubernur DIY Kepatihan, Yogyakarta. Masyarakat bisa syawalan langsung bersama Sultan HB X dan Paku Alam IX.
Layanan Kesehatan
Kepala Dinas Kesehatan DIY Bondan Agus Suryanto mengatakan layanan publik kesehatan, seperi puskesmas akan tetap buka selama libur lebaran. Rumah sakit khusus dan rumah sakit umum akan buka 24 jam. Untuk lebaran tahun ini, Dinas Kesehatan DIY mendirikan 38 pos kesehatan di tempat-tempat strategis di seluruh kabupateh/kota. Ini diantaranya terminal, stasiun, daerah wisata, dan rest area dan ruas jalan dengan risiko kecelakaan tinggi.
Menurutnya, beberapa penyakit yang harus diwaspadai selama aktvitas lebaran yaitu influenza A-H1N1, dehidrasi, penyakit saluran cerna, dan kelelahan. Dinkes menyiapkan tenaga kesehatan untuk melakukan pengamatan dan pengamanan penyait influenza A-H1N1 baik di puskemas dan rumah sakit. "Perlu diperhatikan pemudik apabila mengalami flu segera memeriksakan diri ke dokter atau petugas kesehatan lain di seluruh fasilitas kesehatan yang ada di DIY," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang