PNS Diingatkan Tidak Bolos Usai Libur Lebaran

Kompas.com - 17/09/2009, 19:47 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Mulai Jumat (18/9) hingga Rabu (23/9) pelayanan publik di kantor-kantor pemerintahan tutup seiring mulainya cuti bersama pegawai negeri sipil dan libur lebaran. Gubernur DI Yogyakarta memperingatkan usai libur lebaran PNS segera melaksanakan pelayanan publik seperti biasa.

"Sebab, seringkali masuk hari pertama setelah lebaran, masih banyak yang kosong sehingga pelayanan publik menjadi terganggu," ungkap Tavip Agus Rayanto, Asisten Pemerintahan dan Kesejaheraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi DIY, Kamis (17/9).

Tavip mengatakan, Gubernur DIY telah mengeluarkan surat edaran berisi imbauan agar pelayanan publik di setiap kabupaten/kota di DIY tetap bisa dilaksanakan seperti biasa pada hari kerja yang telah ditetapkan. Menurut Tavip cuti bersama lebaran ditetapkan dua hari yaitu 18 dan 23 September. "Tidak ada alasan karena masih suasana lebaran sehingga pelayanan publik tidak bisa dilaksanakan pada hari kerja," katanya.

Ia mengingatkan akan menggelar inspeksi mendadak pada hari pertama masuk usai lebaran untuk mengecek ada tidaknya PNS yang membolos. Inspeksi akan dilakukan secara acak di kantor-kantor layanan publik. Dalam surat edaran Gubernur, ungkap dia, kendaraan dinas milik Pemprov DIY tidak diperbolehkan digunakan mudik lebaran para pejabat Pemprov. "Kalau ditemukan pelanggaran itu nanti ditangani Inspektorat, sanksi sudah ada aturanya, apakah teguran, atau lainnya," ucapnya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pemprov akan menggelar open house Gubernur pada 24 September di kantor Gubernur DIY Kepatihan, Yogyakarta. Masyarakat bisa syawalan langsung bersama Sultan HB X dan Paku Alam IX.

Layanan Kesehatan

Kepala Dinas Kesehatan DIY Bondan Agus Suryanto mengatakan layanan publik kesehatan, seperi puskesmas akan tetap buka selama libur lebaran. Rumah sakit khusus dan rumah sakit umum akan buka 24 jam. Untuk lebaran tahun ini, Dinas Kesehatan DIY mendirikan 38 pos kesehatan di tempat-tempat strategis di seluruh kabupateh/kota. Ini diantaranya terminal, stasiun, daerah wisata, dan rest area dan ruas jalan dengan risiko kecelakaan tinggi.

Menurutnya, beberapa penyakit yang harus diwaspadai selama aktvitas lebaran yaitu influenza A-H1N1, dehidrasi, penyakit saluran cerna, dan kelelahan. Dinkes menyiapkan tenaga kesehatan untuk melakukan pengamatan dan pengamanan penyait influenza A-H1N1 baik di puskemas dan rumah sakit. "Perlu diperhatikan pemudik apabila mengalami flu segera memeriksakan diri ke dokter atau petugas kesehatan lain di seluruh fasilitas kesehatan yang ada di DIY," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau