Pintu Tol Kanci Padat

Kompas.com - 17/09/2009, 22:28 WIB

CIREBON, KOMPAS.com - Jumlah kendaraan pemudik terus meningkat, pada Kamis (17/9) malam, seperti di daerah Tegal Karang, Palimanan, Cirebon yang menuju ke gerbang tol Palimanan-Kanci. Semakin malam, jumlah kendaraan makin ramai.

Sampai pukul 22.00, rata-rata 60 sepeda motor dan 40 mobil melintas di daerah Tegal Karang. Selain itu, belasan bus besar per menit juga terlihat melintas. Kepadatan diakibatkan pemisahan kendaraan roda dua dan roda empat.

Untuk roda empat diarahkan ke jalur kiri yang menuju tol Palimanan-Kanci. Sedangkan sepeda motor diarahkan ke jalur sebelah kanan, menuju Palimanan-Cirebon-Kanci.

Sekitar 100 meter sebelum percabangan Tegal Karang, aparat kepolisian menginformasikan melalui pengeras suara agar sepeda motor mengambil jalur sebelah kanan. Untuk sementara, arus ramai lancar meski sesekali tersendat.

Bagi pemudik yang tidak ingin terjebak kepadatan arus, karena diprediksi mulai Kamis tengah malam ini, puncak arus mudik mulai terjadi, bisa menggunakan jalur alternatif Jatibarang-Karangampel-Cirebon. Kondisi jalan di jalur alternatif itu layak dan relatif lebar. Penerangannya juga memadai.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau