14 Tentara Penjaga Perdamaian Somalia Tewas

Kompas.com - 18/09/2009, 10:01 WIB

MOGADISHU, KOMPAS.com — Dua bom bunuh diri mengoyak markas pasukan pemelihara perdamaian Uni Afrika (AU) di Somalia, Kamis (17/9), dan menewaskan 14 prajurit dan melukai 15 orang lainnya.

Markas tersebut terletak di Bandar Udara Mogadishu. Pejuang Islam mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

"Di antara mereka yang tewas adalah Wakil Komandan AMISOM Mayor Jenderal Juvenal Niyonguruza dari Burundi yang akan segera menyelesaikan masa tugasnya di Somalia," kata juru bicara militer Uganda, Letnan Kolonel Felix Kulayigye.

Sepuluh korban tewas adalah prajurit Burundi, empat lainnya prajurit Uganda. Komandan prajurit pemelihara perdamaian tersebut, Jenderal Nathan Mugisha, yang baru bulan memangku jabatan itu menderita luka ringan.

Sejumlah saksi mata mengatakan, pengebom memasuki kompleks itu dengan menggunakan dua kendaraan yang memiliki lambang PBB. Kulayigye mengatakan, Mugisha rencananya akan menjadi tuan rumah sebuah perundingan di kompleks tersebut. Kedua pengebom, kata Kulayigye, memasuki kompleks bersama sekelompok orang yang datang untuk mengikuti perundingan.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengutuk ledakan tersebut. Sementara itu, Etiopia, yang beberapa waktu lalu mengirim tentara guna meningkatkan pasukan pemerintah, menyerukan campur tangan segera internasional.

Juru bicara Pemerintah Somalia, Abdulkadir Walayo, juga mengutuk serangan teror itu. Ia mengatakan, serangan dilakukan dua penjahat yang menggunakan mobil PBB yang dicuri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau