HIPMI Dukung Sandiaga dan Lutfi Masuk Kabinet

Kompas.com - 18/09/2009, 15:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mendukung bila ada anggotanya menjadi menteri untuk membantu Presiden dalam lima tahun ke depan. Kader HIPMI yang mendapat dukungan luas adalah dua mantan Ketua Umum HIPMI, yakni Sandiaga S Uno dan Muhamad Lutfi. "Kami mendukung keduanya bila diminta Presiden masuk dalam kabinet nantinya," ujar Ketua Umum HIPMI Erwin Aksa dalam rilisnya ke Persda di Jakarta, Jumat (18/9).

Erwin mengatakan, Sandiaga merupakan sosok yang matang dari organisasi sebesar HIPMI untuk duduk dalam kabinet. Sandiaga telah memimpin HIPMI dan membawa banyak kemajuan bagi organisasi pengusaha muda itu. "Peranan Sandiaga bagi asosiasi tentu sangat besar, itu sebabnya dukungan kepada beliau kami berikan," tambah dia.

Ditambahkan Erwin, Sandiaga tidak saja memiliki kapabilitas secara intelektual. Lebih dari itu, alumnus Goergetown University, Amerika Serikat, itu sudah terbukti kepemimpinannya, baik di organisasi kemasyarakatan maupun dunia usaha, di saat usianya yang masih terbilang muda.

HIPMI akan mendukung Sandiaga di pos menteri mana pun yang dipercayakan Presiden. "Terserah mana saja, apalagi kalau Sandiaga dipercaya mengurus usaha kecil menengah (UKM), yang terkait langsung dengan perekonomian rakyat, kita dukung," tambah Erwin.

Hal yang sama dukungan itu diberikan kepada M Lutfi. M Lutfi dinilai telah mampu melakukan serangkaian perubahan bagi ilklim investasi di Indonesia selama menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). "Saya kira banyak terobosan-terobosan yang dilakukan beliau untuk membuat Indonesia lebih kondusif bagi investor luar. Misalnya untuk urusan perizinan jauh lebih cepat dari biasanya," tambah dia.

M Lutfi berhasil membangun Mahaka Group pada 1993 bersama rekan-rekannya. Lulusan Pepperdine University, California, ini pernah menjabat sebagai Ketua BPD Hipmi Jaya 98-01 dan dipilih sebagai tokoh Young Global Leaders 2008. Pada 2004, Presiden Susilo Bambang Yudoyono mengangkatnya sebagai Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Sementara Sandiaga menyandang gelar MBA dari The George Washington University dan The Wichita State University, Kansas, Amerika Serikat. Pasca lulus kuliah pada 1990, Sandiaga merintis kariernya di berbagai perusahaan dalam dan luar negeri sebelum mendirikan kerajaan bisnisnya sendiri, termasuk PT Recapital Advisors dan PT Saratoga Investama Sedaya. Sandiaga S Uno adalah citra kesuksesan baik karier maupun dalam membangun keluarga. Saat ini, Sandiaga menjabat Ketua Kadin Bidang UMKM dan Ketua Dewan Penasihat HIPMI.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau