KOHAT, KOMPAS.com - Sedikitnya 25 orang tewas dan puluhan lainnya luka akibat serangan bom bunuh diri di sebuah pasar di Pakistan, Jumat (18/9). Ledakan itu terjadi di sebuah perempatan yang sibuk di kota Kohat di Pakistan barat laut.
Sebagian besar korban bom adalah warga minoritas muslim Shiah. Kawasan itu memang dikenal kerap dilanda masalah sektarian.
Kelompok militan yang menamakan diri Lahskar-e-Jhangvi al Almi mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu.
Sejumlah wartawan mengatakan kelompok itu diduga terkait dengan kelompok Lashkar-e-Jhangvi, sebuah kelompok ekstremis Shiah yang memiliki hubungan dengan Taliban.
Astarzai village, tempat ledakan itu terjadi, memiliki populasi Shiah yang signifikan dan berdekatan dengan wilayah suku Orakzai, kekuasaan pemimpin Taliban saat ini.
Hakimullah Mehsud mengambil alih pimpinan kelompok Taliban Pakistan, setelah pendahulunya Baitullah Mehsud, terbunuh dalam serangan roket Amerika Serikat.
Desa Shiah
Bom mobil itu dikendalikan di sebuah hotel milik seorang pengusaha Muslim Shiah.
Polisi mengatakan puluhan orang terluka akibat ledakan itu dan kemungkinan besar jumlah korban tewas akan bertambah.
Para saksi kepada BBC mengatakan ledakan itu sangat kuat dan hampir menghancurkan sebuah gedung di kawasan itu.
"Puluhan toko hancur. Atap toko-toko itu terbang dan banyak orang terperangkap reruntuhan," kata seorang petugas polisi kepada AFP.
Saat ledakan terjadi, pasar itu tengah dipadati warga yang membeli berbagai kebutuhan untuk hari raya Idul Fitri.
Desa Astarzai terletak 18 km sebelah barat kota Kohat. Di kota ini, hari Kamis juga terjadi ledakan bom yang menewaskan 6 orang.
Wartawan BBC M Ilyas Khan di Islamabad mengatakan militan Taliban di kwasan itu sering menyerang kelompok minoritas Shiah.
Muslim Sunni dipeluk 80 persen penduduk Pakistan dan merupakan kelompok dominan di kawasan tersebut, meski Orakzai memiliki populasi Shiah yang cukup banyak.
Militer Pakistan telah melakukan pengeboman terhadap daerah perlindungan Taliban, Jumat pagi, tak lama sebelum bom meledak.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang