PALU, KOMPAS.com - Pihak Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Sulteng) menyatakan kondisi Kabupaten Poso dan Palu aman menjelang Lebaran yang tinggal hitungan hari ini. "Saat ini situasi Poso semakin kondusif," kata Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Suparni Parto kepada wartawan di Palu, Jumat (18/9).
Kata Kapolda Suparni, situasi aman di wilayah Sulteng khususnya di Poso ini tercipta karena hubungan baik yang terus terbina antara warga Poso dengan seluruh komponen masyarakat setempat, termasuk lembaga kepolisian.
Dia mengatakan, sejak konflik meletus di Poso tahun 1999 hingga saat ini, polisi masih berkonsentrasi terhadap situasi keamanan di wilayah tersebut, termasuk di Kota Palu yang sering terimbas. "Poso masih tetap mendapat perhatian, namun tidak usah terlalu dikhawatirkan," katanya.
Jika kondisi di Poso dikhawatirkan kata dia, justru tidak menguntungkan bagi semua kalangan. "Karena keamanan itu bukan hanya faktor fisik saja, melainkan juga faktor psikologis, sehingga perlu adanya kehati-hatian dalam bertindak," ujar dia.
Bentuk pengamanan di wilayah Poso, lanjut dia, yaitu dengan digelarnya Operasi Ketupat dari menjelang hingga pasca lebaran nanti. Untuk Operasi Ketupat itu sendiri, lembaga kepolisian setempat mengerahkan sebanyak 3.500 personel dari berbagai fungsi.
Pengerahan itu mulai dari Samapta, Intelijen dan Keamanan (Intelkam), Reserse dan Kriminal (Reskrim), Profesi dan Pengamanan (Propam), Brigade Mobil (Brimob), hingga Satuan Lalu-Lintas (Satlantas).
"Jumlah itu adalah kekuatan polisi khusus dalam operasi Ketupat. Belum lagi ditambah pasukan organik dari personel lain seperti TNI dan dinas perhubungan, dan satuan polisi pamong praja," katanya.
Soal penambahan pasukan menjelang perayaan lebaran di Poso, Kapolda menegaskan, pihaknya masih melihat perkembangan situasi ke depan.
"Untuk itu, kemitraan dengan seluruh elemen masyarakat di Poso terus kita bangun dan jaga, demi terciptanya situasi kondusif seperti yang diharapkan bersama," tegas Kapolda Suparni.