Tanah Lot Bali Dibanjiri Wisatawan

Kompas.com - 19/09/2009, 20:14 WIB

TABANAN, KOMPAS.com - Menjelang perayaan Hari Lebaran, kunjungan wisatawan domestik ke Obyek Wisata Tanah Lot di Kabupaten Tabanan, Bali, mulai meningkat.

Ketua Badan Otorita Tanah Lot, I Made Sujana, Sabtu (19/9) di Tabanan menyebutkan, sudah menjadi kebiasaan kunjungan wisatawan, terutama dari sejumlah kota seperti Jakarta dan Surabaya, meningkat sejak beberapa hari sebelum Idul Fitri.

"Lonjakan pengunjung hampir terjadi sejak setiap akhir Ramadhan, biasanya berlangsung hingga dua pekan," katanya.

Para pelacong yang juga datang dari berbagai daerah di Indonesia, ada yang menggunakan kendaraan pribadi, sebagian lainnya bersama rombongan dengan menggunakan bus.

Setiap tahun wisatawan domestik yang memadati areal obyek wisata yang terkenal hingga ke mancanegara ini rata-rata sekitar 3.000 orang per hari.

"Mereka yang datang adalah yang menghabiskan libur panjang di Bali selama Lebaran, dan biasanya setelah ke Tanah Lot mereka akan berkunjung ke Bedugul dan Alas Kedaton," kata Sujana.

Kendati demikian, dia menuturkan tak jarang pula di antara wisatawan nusantara tersebut yang bermalam di kawasan Tanah Lot.

Terkait kunjungan wisatawan mancanegara, dia mengatakan hingga kini masih stabil seperti hari-hari sebelumnya.

Para pelancong dari berbagai negara di dunia itu saat ini didominasi oleh turis dari benua Asia, di antaranya Jepang, Korea dan Taiwan.

Selain Asia, tamu Eropa juga cukup banyak berkunjung ke Tanah Lot, namun lebih sedikit dibandingkan Asia. "Kami berharap dengan tewasnya gembong teroris Noordin M Top, kepercayaan dunia terhadap keamanan Bali akan meningkat, sehingga sektor pariwisata lebih memiliki harapan," imbuhnya.

 

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau