Terhalang, Jalan Menuju Perdamaian Timur Tengah

Kompas.com - 19/09/2009, 20:46 WIB

KAIRO, KOMPAS.com - Presiden Palestina Mahmud Abbas, Sabtu (19/9), mengatakan kegagalan utusan AS George Mitchell untuk mencapai kesepakatan mengenai permukiman Yahudi berarti kelanjutan pembicaraan perdamaian dengan Israel terhalang.
   
"Jalan kini kini terhalang," kata Abbas kepada wartawan setelah pembicaraan dengan Presiden Mesir Hosni Mubarak di ibu kota Mesir, Kairo.
   
Mitchell meninggalkan Israel, Jumat, setelah gagal mencapai kesepakatan penting mengenai permukiman Yahudi. Ia telah menghabiskan waktu satu hari untuk melakukan misi ulang-alik antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Abbas, setelah bertemu dengan kedua pemimpin tersebut awal pekan ini.
   
Abbas mengatakan kewajiban sekarang beada di pihak Israel untuk membersihkan jalan bagi perundingan perdamaian. Ditambahkannya, Mitchell akan melanjutkan pembicaraan dengan para pelaku di Timur Tengah setelah Sidang Majelis Umum PBB pekan depan. "Tak ada pekerjaan lagi (bagi Mitchell) dengan pihak Palestina atau Barat, karena kami sudah mematuhi semua kewajiban kami. Pusat perhatian harus ditujukan kepada pihak Israel," katanya.
   
Mitchell telah berusaha menengahi kompromi mengenai masalah rumit yang mestinya telah menghasilkan pertemuan tiga pihak antara Netanyahu, Abbas dan Presiden AS Barack Obama di sisi Sidang Majelis Umum.
   
Ia sejak awal melakukan misi dengan tujuan menghasilkan sejenis moratorium dari Israel yang akan diterima baik oleh Palestina dan memungkinkan dilanjutkannya pembicaraan perdamaian yang macet pada penghujung Desember.
   
Netanyahu telah menampik seruan AS agar membekukan kegiatan permukiman di Tepi Barat Sungai Jordan, termasuk di Jerusalem timur, yang dicaplok, dan Palestina berpegang pada tuntutan mereka bagi penghentian itu sebelum perundingan dapat dilanjutkan.
   
Israel berkeras akan melakukan pembangunan di permukiman yang ada, dan menganggapnya sebagai "pertumbuhan alamiah".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau