Gema Takbir bagi Korban Gempa Tasikmalaya

Kompas.com - 20/09/2009, 02:39 WIB

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Korban gempa yang melanda wilayah Tasikmalaya menggelar takbiran hari raya Idul Fitri 1430 H di tenda pengungsian dengan diiringi suara bedug dan kentongan, Sabtu (19/9).
     
Salah satunya di daerah korban gempa di Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya yang mengalami kerusakan material bangunan rumah warga cukup parah. Mereka melakukan takbiran bersama para korban gempa lainnya di kawasan tenda darurat di sekitar rumah yang rusak.
     
Warga bertakbiran di pinggir jalan bahkan di lapangan terbuka serta di sekitar mesjid di kampung setempat dengan kondisi bangunannya yang mengalami kerusakan cukup parah.

Salah seorang warga setempat, Kastiwa, mengatakan, meskipun masih tinggal di tenda darurat, warga tetap antusias menggelar takbiran dengan perasaan penuh suka cita yang karena baru kali pertama dialami warga ditengah duka pasca gempa Tasikmalaya.
     
"Lebaran itu sangat diharapkan bagi kami sebagai umat muslim meskipun warga masih tinggal di tenda pengungsian," katanya.
     
Sementara itu, di wilayah Kecamatan Cisayong yang mengalami hal serupa diguncang gempa berkekuatan 7,3 skala Richter yang telah merusak ratusan rumah warga namun tetap merayakan takbiran di beberapa tempat di lapangan terbuka dan pinggiran jalan.
     
Dikatakan kepala desa Suka Setia, Kecamatan Cisayong, Eli Praja, warga korban gempa yang tersebar di setiap kampung merasakan kebahagiaan bertakbiran di tenda di sekitar rumahnya yang rusak.
     
Meskipun, kata Eli, warga korban gempa masih merasakan kesedihan pasca gempa Tasikmalaya Rabu (2/9) lalu yang merusak material bangunan rumah beserta isi rumah yang dinilai berharga. "Warga Desa Suka Setia takbiran di setiap mushala yang masih layak ditempati dan di tenda pengungsian," katanya.
     
Sementara itu, kata Eli, warga Desa Suka Setia selain menggelar takbiran juga secara bergotong royong mempersiapkan tempat untuk melaksanakan shalat Idul Fitri di lapangan terbuka di kampung masing-masing.

Warga secara bersama-sama membersihkan lapangan terbuka yang akan dijadikan tempat shalat, bahkan dipasang tenda untuk mengantisipasi terjadinya hujan ketika melaksanakan shalat Idul fitri.
     
"Warga di setiap kampung sibuk mempersiapkan tempat shalat Ied bahkan memasang tenda karena dikhawatirkan akan terjadi hujan setelah selama tiga hari ini hujan mengguyur daerah sini," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau