Pemudik Masih Menumpuk di Kampung Rambutan

Kompas.com - 20/09/2009, 18:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah orang masih menumpuk di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Minggu sore, untuk pulang ke kampung halaman guna merayakan Idul Fitri 1430 H. Para pemudik itu memadati setiap ruang tunggu di Terminal Kampung Rambutan.
    
Mereka memenuhi bangku-bangku di ruang tunggu keberangkatan bus menuju beberapa lokasi di Jawa Barat, seperti Garut, Tasik Malaya, dan Bandung. Selain itu, beberapa pemudik lain juga memenuhi sejumlah tempat di area keberangkatan bus menuju beberapa daerah di Jawa Tengah.

Beberapa dari mereka sudah memiliki tiket, namun ada juga yang membeli tiket pada hari keberangkatan. Hal itu bisa dilihat dengan masih adanya aktivitas jual beli di di sejumlah loket penjualan tiket.
    
Sardi (28) adalah salah satu dari ratusan calon penumpang yang akan mudik. Pria yang akan pulang ke Purwokerto itu memutuskan untuk membeli tiket pada hari keberangkatan.
    
Dia mudik pada hari Lebaran karena tidak mendapatkan cuti jauh hari sebelumnya. Sardi berharap masih mendapatkan tiket, sehingga bisa pulang ke kampung halaman. "Paling tidak bisa ketemu keluarga," katanya.
    
Sampai dengan pukul 18.00 WIB, ratusan calon penumpang masih memenuhi Terminal Kampung Rambutan. Data terakhir pada pukul 14.00 WIB, tercatat 8.210 penumpang diberangkatkan dengan menggunakan 216 bus melalui terminal itu. Jumlah itu diperkirakan masih akan terus meningkat hingga malam hari.
    
Sehari sebelumnya, tercatat 17.320 penumpang berangkat melalui Terminal Kampung Rambutan. Mereka berangkat menggunakan 538 bus. Puncak arus mudik di Terminal Kampung Rambutan terjadi pada Jumat (18/9). Saat itu, tercatat 32.415 penumpang diberangkatkan dengan menggunakan 767 bus.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau