WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden Barack Obama akan bertemu pemimpin Israel dan Palestina, Selasa (22/9), untuk mencoba meluncurkan kembali perundingan damai. Rencananya, Obama akan melakukan perundingan terpisah dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, sebelum pertemuan bersama.
Usaha memulai kembali proses perdamaian sampai sejauh ini terhambat perbedaan pandangan tentang pemukiman Israel.
Seorang pejabat senior Amerika mengatakan kepada BBC diperkirakan tidak akan muncul pernyataan setelah pertemuan hari Selasa. Dia mengatakan pertemuan itu adalah "isyarat yang jelas tentang keinginan pribadi presiden mengenai hal ini." Tetapi dia menambahkan penting untuk menempatkan perundingan sesuai dengan "konteksnya".
"Sembilan bulan lalu terjadi perang di Gaza. Sekarang ketiga pemimpin akan duduk bersama di ruangan yang sama dan akan berusaha memperkecil perbedaan," kata pejabat tersebut.
Kantor Netanyahu mengeluarkan pernyataan menyambut undangan perundingan dan mengatakan pertemuan akan dilakukan "tanpa persyaratan" apapun, lapor kantor berita Reuters.
Komitmen mendalam
Pernyataan tentang pertemuan yang akan dilakukan di sela sela pertemuan Majelis Umum PBB di New York, dilaksanakan setelah usaha diplomatik terbaru utusan Amerika George Mitchell berakhir tanpa tercapai kesepakatan.
Gedung Putih mengatakan pertemuan minggu depan akan dilanjutkan usaha Obama, Mitchell, dan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton dalam kaitannya dengan "mempersiapkan peluncuran kembali perundingan".
Mitchell mengatakan keinginan Obama secara pribadi melibatkan diri menunjukkan "keingingan mendalamnya bagi terciptanya perdamaian yang menyeluruh".
Utusan Amerika melakukan sejumlah perundingan dengan Netanyahu minggu lalu sebagai bagian dari mencapai kesepakatan tentang kegiatan pemukiman Yahudi. Dia juga ke Tepi Barat untuk berunding dengan Abbas.
Mitchell berharap tercapainya konsensus sebelum para pihak menghadiri Majelis Umum PBB. Tetapi dia kembali ke Amerika tanpa persetujuan apapun.
Abbas dan pemerintah Amerika menuntut pembekuan sepenuhnya kegiatan pembangunan Israel.
Netanyahu sebelumnya menawarkan pembekuan sementara beberapa bulan, tetapi bukan di Yerusalem Timur atau di pemukiman yang sudah disepakati.
Dia menegaskan minggu ini terjadi perlambatan pembangunan pemukiman, tetapi pembangunan 2.400 unit yang saat ini sedang dibuat tetap akan dilanjutkan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang