Polisi Italia Tahan 200 Imigran

Kompas.com - 21/09/2009, 04:08 WIB

ROMA, KOMPAS.com - Polisi Italia, Minggu (20/9), menahan hampir 200 orang imigran yang secara diam-diam mencoba memasuki Italia dan tiga orang tersangka penyelundupan manusia yang beroperasi di Sisilia dan pelabuhan Adriatik, Ancona, menurut kantor berita ANSA.
   
Polisi menangkap 138 orang ketika mereka mendarat di pelabuhan tidak jauh dari Syracuse di Sisilia, bersama dengan dua orang warga Mesir yang membawa mereka dari Libya. Para imigran itu mengatakan bahwa mereka membayar hingga 1.000 dolar (680 euro) untuk menyeberang Mediterania.
   
Sebuah kelompok lain yang terdiri dari 44 orang terutama dari Pakistan, Turki, dan Bangladesh ditemukan bersembunyi di belakang sebuah dinding palsu di sebuah truk yang tiba di Ancona dari Yunani, kata ANSA.
   
Sopir truk asal Turki ditahan. Empat puluh dua orang anggota kelompok itu dikirim kembali ke Yunani sedangkan dua orang, diserahkan kepada Departemen Sosial kota.
   
Italia adalah salah satu tujuan utama para imigran yang ingin mencari kehidupan yang lebih baik di Eropa. Sekitar 6.760 imigran ilegal tiba di Italia pada paruh pertama tahun ini.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau