Pakistan Tangkap "Guru" Pengebom Bunuh Diri

Kompas.com - 22/09/2009, 06:23 WIB

PESHAWAR, KOMPAS.com — Pakistan pada Senin (21/9) menangkap seorang panglima Taliban yang menderita cedera berat. Pakistan menuding Mohammad Nasim Shah sebagai dalang para pengebom bunuh diri di lembah Swat di bagian barat laut negeri itu, kata militer.
   
Nasim Shah alias Abu Faraj ditangkap dalam operasi keamanan Pakistan dan dalam keadaan luka berat pada hari pertama Idul Fitri, kata sejumlah perwira. Abu Faraj dikatakan telah melatih para pengebom untuk melakukan serangan bunuh diri. Ia dekat dengan ulama Taliban di Swat Maulana Fazlullah, yang memimpin ribuan pengikut dalam pergolakan dua tahun untuk memberlakukan syariah di bekas distrik pariwisata itu.
   
Pihak militer mengumumkan penangkapan panglima tersebut dan melukiskannya sebagai "hadiah Idul Fitri dari tentara kepada warga Swat".
   
Kolonel Akhtar Abbas mengatakan, Abu Faraj ahli dalam membuat jaket untuk aksi bunuh diri dan melatih orang-orang melakukan serangan. Ia dilatih di Afganistan, tempat Taliban bertempur melawan pasukan Barat, tambah Abbas.
 
Para pejabat mengatakan, ia menyiapkan serangan dengan bahan peledak dan juga dicari-cari karena terkait dengan perampokan dua bank.
   
Penangkapan pada Senin itu merupakan penahanan tokoh keempat dalam 10 hari terakhir di Swat, tempat militer secara efektif melancarkan serangan untuk menumpas Taliban musim panas ini.
   
Swat di luar kendali pemerintah setelah Fazlullah angkat senjata pada Juli 2007, memerintahkan ribuan pengikutnya melawan pasukan keamanan.
   
Pakistan melancarkan operasi militer di Swat dan Buner, serta Lower Dir, distrik tetangganya, setelah para militan bergerak maju dalam jarak 100 kilometer dari ibu kota Islamabad pada April.
   
Pakistan menyatakan lebih dari 2.100 militan dan lebih dari 177 personel militer tewas dalam serangan itu, tetapi angka tersebut sulit diverifikasi secara independen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau