Firdasari Langsung Bertemu Unggulan Utama

Kompas.com - 22/09/2009, 11:42 WIB

TOKYO, KOMPAS.com — Sebagian besar pemain Indonesia akan mengawali perjuangan mereka di turnamen bulu tangkis Jepang Terbuka Super Series 2009, Rabu (23/9). Lawan-lawan berat telah menanti karena di babak pertama para penggawa Tanah Air itu sudah bertemu pemain-pemain yang berpotensi menjegalnya.

Di sektor tunggal putri, Adriyanti Firdasari sudah harus bertemu dengan pemain nomor satu dunia asal Hongkong, Zhou Mi. Maria Kristin pun demikian, karena peraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008 tersebut akan bertemu pemain China Wang Xin.

Memang, Wang Xin harus lebih dulu melewati babak kualifikasi. Tetapi pemain muda ini memiliki reputasi yang sangat membanggakan, karena dia pernah mengalahkan Tine Rasmussen dan Pi Hongyan.

Bahkan di Malaysia Grand Prix, dia menaklukkan juara Indonesia Terbuka Super Series Saina Nehwal (India) dengan skor telak. Wang Xin juga memiliki mental juara, karena terbukti tahun ini dia telah mendapat gelar di Filipina Grand Prix setelah di final kejuaraan kelas dua tersebut (di bawah Super Series), mengalahkan Zhou Mi.

Untuk Jepang Terbuka kali ini, Indonesia hanya mengirim dua pemain untuk nomor tunggal putri. Harapan terbesar tentu saja dibebankan kepada Maria Kristin, meskipun kejutan juga bisa dibuat oleh Firdasari.

Di sektor tunggal putra, hanya Sony Dwi Kuncoro yang mendapat lawan cukup mudah. Unggulan kelima yang berstatus juara bertahan ini akan ditantang pemain Thailand, Tanongsak Saensomboonsuk.

Sementara tiga rekannya yang lain, yaitu Taufik Hidayat, Simon Santoso, dan pemain yang lolos lewat babak kualifikasi Ahmad Rivai, mendapat lawan yang lebih berat. Taufik yang menjadi unggulan keempat ditantang pemain Hongkong, Chan Yan Kit, Simon bertemu pemain Taiwan Yu Hsing Hsieh, sedangkan Ahmad yang lebih dulu menyingkirkan pemain Jepang Shu Wada di babak kualifikasi, Selasa (22/9), bertemu pemain China, Chen Long.

"Rezeki nomplok" diperoleh pasangan Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan karena mereka lolos ke babak 16 besar tanpa harus bertanding. Padahal, lawan yang seharusnya dihadapi di babak pertama ini sangat berat, yaitu unggulan ketiga asal Korea Selatan, Jun Jae Sung/Lee Yong Dae. Juara Indonesia Terbuka Super Series ini mundur karena Jun Jae Sung berhalangan.

Ganda putra nomor satu dunia Markis Kido/Hendra Setiawan bertemu pasangan Korea, Cho Gun Woo/Yoo Yeon Seong. Ini akan menjadi laga pertama peraih medali emas Olimpiade Beijing tersebut, setelah mereka istirahat cukup lama menyusul cedera yang dialami Markis Kido.

Di nomor ganda putra ini juga akan diwarnai "perang saudara" karena Luluk Hadiyanto/Joko Riyadi sudah harus bertemu pasangan kakak-beradik, Candra Wijaya/Rendra Wijaya. Partai lainnya adalah Halim Haryanto Ho (AS)/Flandy Limpele (Indonesia) versus Sun Junjie/Tao Jiaming (China), (8) Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan versus Yoshiteru Hirobe/Hajime Komiyama (Jepang), dan Mohammad Ahsan/Bona Septano versus Rei Sato/Shu Wada (Jepang).

Sementara itu, di sektor ganda campuran ada tiga pasangan Indonesia yang akan tampil. Pasangan Pelatnas Cipayung Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita akan bertemu pasangan Korea, Yoo Yeon Seong/Kim Min Jung. Kemudian, Candra Wijaya yang berpasangan dengan pemain Rusia, Anastasia Russkikh, bertemu pemain Taiwan, Lin Yu Lang/Cheng Shao Chieh.

Vita Marissa akan mencoba mempertahankan gelar yang diraihnya tahun lalu, ketika masih berada di pelatnas dan berpasangan dengan Muhammad Rijal. Namun, kali ini dia bersama Hendra ApridaGunawan, akan mencoba peruntungan tersebut dan mereka akan mengawali perjuangannya dengan melawan pemain Jepang, Ryota Taohata/Ayaka Takahashi.

Nova/Liliyana langsung ke babak 16 besar

Jika ada sebagian besar pemain Indonesia yang harus berjuang di babak pertama, ada juga yang langsung lolos ke babak kedua dan baru akan bertanding pada hari Kamis. Tiga pasangan Indonesia yang mendapat tiket itu adalah Nova Widianto/Liliyana Natsir, serta dua ganda putri Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii (unggulan 6) dan Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari (4).

Tiket serupa juga diperoleh ganda putra Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan meskipun mereka seharusnya lebih dulu bertarung di babak pertama. Pasangan ini lolos dengan cuma-cuma karena pasangan Korea, Jun Jae Sung/Lee Yong Dae, mundur.

Jadwal Jepang Terbuka Super Series 2009, Rabu (23/9)—khusus pemain Indonesia

- Tunggal putra
Yu Hsing Hsieh (Taiwan) vs Simon Santoso
(5) Soni Dwi Kuncoro vs Tanongsak Saensomboonsuk (Thailand)
(4) Taufik Hidayat vs Chan Yan Kit (Hongkong)
Ahmad Rivai vs Chen Long (China)

- Tunggal putri
(1) Zhou Mi (Hongkong) vs Adriyanti Firdasari
Maria Kristin Yulianti vs Wang Xin (China)

- Ganda putra
(1) Markis Kido/Hendra Setiawan vs Cho Gun Woo/Yoo Yeon Seong (Korsel)
Halim Haryanto Ho (AS)/Flandy Limpele (Indonesia) vs Sun Junjie/Tao Jiaming (China)
Luluk Hadiyanto/Joko Riyadi vs Candra Wijaya/Rendra Wijaya
(8) Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan vs Yoshiteru Hirobe/Hajime Komiyama (Jepang)
Mohammad Ahsan/Bona Septano vs Rei Sato/Shu Wada (Jepang)
Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan vs (3) Jun Jae Sung/Lee Yong Dae--menang WO

- Ganda campuran
Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita vs Yoo Yeon Seong/Kim Min Jung (Korsel)
Lin Yu Lang/Cheng Shao Chieh (Taiwan) vs Candra Wijaya (Indonesia)/Anastasia Russkikh (Rusia)
Ryota Taohata/Ayaka Takahashi (Jepang) vs Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau