Membiasakan Anak Makan Ikan

Kompas.com - 22/09/2009, 14:16 WIB

KOMPAS.com - Sudah sejak lama ikan disebut sangat bermanfaat bagi pembentukan otak dan meningkatkan kecerdasan, bahkan saat anak bertambah besar. Namun, anak-anak umumnya kurang menyukai sajian ikan. Orangtua lah yang berperan dalam mengenalkan ikan kepada anak-anak. Berikut beberapa tips dari dr.Titi Sekarindah, MS, apesialis gizi RS Pertamina yang bisa dilakukan orangtua:

1. Biasakan atau kenalkan anak sejak dini untuk makan ikan. Kalaupun tidak untuk makanan utama, ikan bisa dihidangkan sebagai makanan selingan, misalnya otak-otak atau pempek. Ikan juga bagus dijadikan bekal sekolah. Misalnya dibuat sebagai sandwhich isi ikan.

2. Olah ikan secara benar dan enak, sehingga anak suka. Kadang-kadang, cara memasak yang kurang tepat masih menyisakan bau amis, sehingga anak-anak enggan mengonsumsinya. Jadi, orangtua harus belajar mengolah ikan yang baik.

3. Jika bisa, makan ikan 3 kali seminggu, masing-masing 50 gram.

4. Untuk anak, cari ikan yang durinya tak banyak dan kalau bisa yang dipresto, sehingga anak tidak trauma oleh duri ikan. Anak biasanya tak mau makan ikan lagi setelah terkena duri ikan.

5. Selain ikan, anak juga harus dianjurkan untuk makan yang lain. Ajari anak makan seimbang, terutama buah-buahan, sayuran, dan susu.

 

(Hasto Prianggoro/TabloidNova)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau