Bunga Bangkai Ditemukan di Semarang

Kompas.com - 23/09/2009, 17:58 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Bunga Bangkai (Amorphophallus titanium) dengan garis tengah dan tinggi sekitar 60 sentimeter, ditemukan seorang warga di bagian halaman belakang rumahnya di Perumahan Kradenan Asri C-14 Semarang, Jawa Tengah.

Toton Wibowo (27), warga yang rumahnya ditumbuhi bunga bangkai itu, Rabu (23/9) mengatakan, sekitar seminggu yang lalu dirinya melihat ada bunga aneh yang masih kuncup di bagian halaman belakang rumah. "Waktu itu saya melihat bunga yang aneh yang masih kuncup seukuran paha orang dewasa, dengan tinggi masih sekitar 20 sentimeter, dan saya tidak berpikir kalau itu bunga bangkai," katanya.

Pada Selasa (22/9) sore, usai pulang mudik dari kampung halaman, istri dan saudara Toton yang pertama melihat bunga aneh itu muncul di halaman belakang. Karena penasaran, Toton mengaku langsung mendekati bunga aneh tersebut, dan langsung mencium tebaran bau busuk yang cukup menyengat.

"Berdasarkan ciri-ciri fisik bunga, saya beranggapan kalau bunga tersebut merupakan bunga bangkai yang tergolong langka, yang selama ini hanya diketahui tumbuh di daerah Sumatera," ujarnya.

Perkembangan bunga bangkai yang ditemukannya itu, tergolong cukup cepat karena saat dilihat pertama kali cukup kecil, kini sudah tumbuh begitu besar dengan bau busuk yang semakin menyengat. "Hingga saat ini belum banyak warga di sini yang tahu, selain karena berada di tempat yang cukup sulit dijangkau, juga kami tidak memberitahukannya kepada warga sekitar," katanya.

Toton mengaku tidak tahu harus berbuat apa terhadap bunga bangkai yang ditemukannya tersebut. "Namun saya memasang pengaman di sekitar bunga bangkai sebagai tanda dan untuk mencegah agar warga tidak merusak salah satu bagian dari bunga langka tersebut," katanya. Ia berharap ada campur tangan instansi terkait atau pemerintah dalam menindaklanjuti temuannya itu.

Bunga bangkai ini merupakan salah satu bunga langka yang ada di Indonesia, sehingga kelestariannya perlu dijaga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau