Kejutan Lagi! Giliran Simon Singkirkan Chong Wei

Kompas.com - 24/09/2009, 12:44 WIB

TOKYO, KOMPAS.com — Kejutan besar kembali dibuat pemain Indonesia. Kali ini giliran Simon Santoso yang melakukannya, setelah dia menyingkirkan pemain nomor satu dunia Lee Chong Wei, di babak kedua turnamen bulu tangkis Jepang Terbuka Super Series, Kamis (24/9).

Dalam pertandingan yang menghabiskan waktu 1 jam 8 menit itu, Simon menang 19-21 21-15 21-19. Alhasil, tunggal nomor dua Pelatnas Cipayung ini pun maju ke babak perempat final.

Kejutan Simon ini melanjutkan apa yang dibuat Adriyanti Firdasari di babak pertama kemarin. Tunggal putri Indonesia tersebut lolos setelah menyingkirkan pemain nomor satu dunia asal Hongkong, Zhou Mi, juga dalam pertarungan tiga set.

Sayang, di babak delapan besar, Jumat (25/9), Simon sudah harus bertemu dengan Sony Dwi Kuncoro. Duel sesama pemain pelatnas ini terjadi setelah Sony yang merupakan unggulan kelima menang 21-19 15-21 21-14 atas pemain China, Chen Long.

Meskipun demikian, "perang saudara" itu justru memastikan bahwa Indonesia menempatkan satu wakilnya di semifinal nomor tunggal putra.

Selain Simon dan Sony, Taufik Hidayat juga meraih kesuksesan. Mantan pemain pelatnas ini menang straight set 21-17 21-18 atas pemain Inggris, Andrew Smith. Selanjutnya, Taufik yang menjadi unggulan keempat akan bertemu pemain veteran Korea Selatan, Park Sung Hwan. Unggulan keenam ini lolos setelah menang 21-10 19-21 21-4 atas pemain tuan rumah Kenichi Tago.

Simon bangkit

Simon yang tidak diunggulkan dalam turnamen ini, mengawali pertandingan dengan buruk. Pasalnya, setelah skor 1-1, dia jauh tertinggal dari pemain andalan Malaysia tersebut, yang sempat unggul 10-2 hingga 19-10. Meskipun sempat mengejar, sampai angka 17, Simon gagal menyamai poin Chong Wei yang kemudian mengakhiri set pertama dengan 21-19.

Di set kedua, Simon mampu bangkit. Malah kali ini dia yang menguasai jalannya pertandingan karena selalu memimpin perolehan poin setelah skor 4-4. Jarak terjauh yang dibuat Simon adalah ketika memimpin 18-11, sebelum dia menyudahinya dengan skor 21-15 dan memaksa rubber set.

Pada game penentuan untuk lolos ke perempat final, Simon bermain sangat agresif. Dia langsung memimpin 7-1, dan terus menjaga jarak tersebut sampai skor 17-12. Di sini, perolehan poin Simon terhenti lama sehingga Chong Wei bisa mengejar dan balik memimpin 18-17.

Meskipun demikian, Simon berusaha tenang dan terus menekan Chong Wei yang pekan lalu ditaklukkan Lin Dan di semifinal China Masters. Alhasil, dia mampu mengejar dan balik memimpin sampai meraih kemenangan 21-19, sekaligus memastikan diri ke perempat final.

Dengan demikian, ini untuk kedua kalinya berturut-turut Chong Wei dikalahkan pemain Indonesia. Sebelumnya, juara Indonesia Terbuka Super Series itu juga disingkirkan Sony Dwi Kuncoro di perempat final Kejuaraan Dunia di India, bulan Agustus.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau