Arus Balik Terus Mengalir ke Kampung Rambutan

Kompas.com - 24/09/2009, 18:46 WIB

 

JAKARTA,KOMPAS.com- Memasuki hari kerja pertama pascaLebaran, arus balik penumpang ke Terminal Kampung Rambutan Jakarta Timur terus mengalir. Di terminal bus jarak menengah ini, arus balik bahkan sudah terlihat sejak hari pertama pascaLebaran, Selasa dan Rabu lalu.

Sejak kemarin hingga pukul 08.00 pagi, Kamis (24/9), jumlah pemudik balik di Terminal Kampung Rambutan mencapai 34.555 orang dengan menggunakan 762 armada bus. Angka ini merupakan jumlah pemudik balik tertinggi di Terminal Kampung Rambutan pascaLebaran pada 20-21 September kemarin.

 

Sebelumnya, Kepala Terminal Kampung Rambutan Arfan Zainudin telah memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada Rabu (23/9) kemarin. Meski demikian, hingga hari ini ribuan pemudik balik masih terus berdatangan. Sejak pagi hingga pukul 14.00 siang ini tak kurang dari 8.980 orang dengan 207 bus.

 

"Kemarin mencapai angka tertinggi. Tapi ini masih bisa terus berkembang. Malam nanti sampai besok, yang kembali masih akan banyak," kata Arfan.

 

Arfan menilai, meski sebagian warga sudah mulai masuk kerja hari ini, hal tersebut tidak bisa dijadikan patokan bahwa arus balik sudah berhenti. "Yang mudik kan bukan cuma PNS. Banyak yang wirausaha, dagang atau swasta. Mereka beda-beda jadwalnya," terang dia.

 

Mengenai penanganan para pemudik balik yang tiba, Arfan mengatakan, sejauh ini sudah tertangani dengan baik. Tidak ada penumpukan penumpang maupun yang terlantar karena kekurangan armada dalam kota. "Tidak ada kendala. Semua bisa tertampung dengan angkutan dalam kota. Penumpang yang tiba malam hari juga kita lakukan pengamanan maksimal," tandasnya.

 

Pengamatan Kompas.com, situasi di Terminal Kampung Rambutan petang ini relatif normal. Tidak ada penumpukan penumpang yang telah tiba di terminal. Para petugas langsung mengarahkan pemudik balik menuju terminal dalam kota Kampung Rambutan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau