15 Penyanyi Legendaris Dapat Penghargaan

Kompas.com - 24/09/2009, 21:23 WIB

AMBON, KOMPAS.com — Sedikitnya 15 penyanyi dan musisi legendaris di Tanah Air akan memperoleh penghargaan yang diberikan para pencinta musik di ajang Ambon Jazz Plus Festival (AJPF), 9-11 Oktober mendatang.

Pimpinan Voorale Multimedia Corporation sebagai panitia penyelenggara AJPF, Andy Erick Manuhuttu, di Ambon, Kamis (24/9), mengatakan, penghargaan itu diberikan sebagai ungkapan terima kasih atas karya, prestasi, dan dedikasi mereka dalam memajukan blantika musik nasional.

Para penerima penghargaan sebagian besar adalah penyanyi dan musisi jazz legendaris berdarah Ambon, di antaranya Benny Likumahuwa, almarhum Perry Pattiselano yang meninggal di Yordania, Margie Segers yang hingga kini masih tercatat sebagai wanita penyanyi jazz terbaik Indonesia, Rien Djamain, dan Bubi Chen.

Selain itu, sejumlah musisi dan penyanyi beraliran lain juga akan memperoleh penghargaan atas dedikasi mereka memajukan dunia musik Tanah Air maupun di Maluku, yakni Bing Leiwakabessy, Enteng Tanamal, Bob Tutupoli, John Reny Rehatta, Christ Manusama, dan Zeth Lekatompessy.

"Musisi dan penyanyi legendaris ini banyak berjasa memajukan nama bangsa dan negara di blantika musik dunia sehingga patut diberi apresiasi atas karya dan dedikasinya," kata Manuhuttu. 

Dia mengatakan, kendati tidak terlalu bernilai, penghargaan yang diberikan setidaknya merupakan sebuah pengakuan dari 160-an artis dalam dan luar negeri yang hadir dan tampil di pentas Ambon Jazz Plus Festival. 

Pemberian penghargaan diharapkan dapat mendorong dan memotiviasi penyanyi dan musisi lainnya untuk tetap konsisten dan menunjukkan dedikasi demi memajukan dunia musik Tanah Air.

"Ini penghargaan bagi para legenda yang telah berjasa di dunia musik, sekaligus menjadi motiviasi bagi generasi muda di Maluku untuk bangkit mencintai dan mengembalikan lagi kejayaan musik Tanah Air dari daerah ini," katanya. 

Direncanakan menjadi acara tahunan, AJPF akan menjadi konser jazz terbesar di Indonesia bagian timur, menghadirkan kelompok musik dengan berbagai genre, yakni jazz, R&B, hip-hop, soul, world beat, dan gospel.

Kelompok musik nasyid Debu dari Amerika Serikat juga dijadwalkan tampil. Musisi jazz yang dijadwalkan tampil adalah Bubi Chen & Friends, Margie Segers & Idang Rasyidi, Barry Likumahuwa featuring Benny Likumahuwa, Akhsan Syuman Kwartet, Trio Titi Syuman (New Conservative), Sapanuwun featuring Andien, Dira & Friends, Pendekar Guitar (Mus Mujiono, Ule Pattiselano, Kibod Maulana, Nikita Dompas, Tiyo, Otti Jamalus Kwartet), Medley Singers (Dira, Andien, Margie Segers, Matthew, Jacky, Otti Jamalus, Idra Aziz, Mus Mujiono, Utha Likumahua with Sampanuwun Band), Funk Session, dan Patua.

Dari kelompok R&B dan hip-hop akan muncul Dewi Sandra, Maliq and D’Essential, Saykoji, T-Five, Yacko, Moluccas, Sania, Soul ID, Baku Tumbu, Gheto Flow, dan Lorenza Malaiholo dari Jerman.

Sementara itu, dari kelompok soul akan tampil New Creation, Micha Wattimena & Friends, Harry Anggoman & Friends, Franky Sihombing & Friends, Sisi dan Fandy Idol, Cindy AFI, serta Amos & Friends.

Selain Lorenza Malaiholo, artis asing yang akan tampil adalah Wilkin Ramirez dari Puerto Rico, yang mengusung musik world beat, sedangkan Monika Akihary dengan grup musik Boi Akih dari Belanda batal karena sudah tampil dalam konser sebelumnya di Ambon awal September lalu, dan saat bersamaan akan tampil di Jerman. 

Panitia Penyelenggara, Voorale Multimedia Corporation, menyediakan tiket pertunjukan sebanyak 7.500 lembar untuk semua kelas.

Menurut Manuhuttu, pada tahun pertama ini, AJPF dikaitkan dengan Hari Perdamaian Dunia, yang akan ditandai pemukulan Gong Perdamaian Dunia oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kawasan Taman Kota, Perempatan Pos Kota Ambon, depan kantor Gubernur Maluku, 10 November mendatang. 

"Tahun depan kami akan selenggarakan untuk menyongsong kegiatan perahu layar internasional Sail Banda," katanya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau