Tiga Orang Jadi Tersangka Terorisme

Kompas.com - 25/09/2009, 05:38 WIB
 

JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga orang yang ditangkap dalam operasi terorisme di Solo, Jawa Tengah, sepekan lalu, kini ditetapkan sebagai tersangka terorisme. Ketiganya adalah Rohmad Puji Prabowo alias Bejo, Supono alias Kedu, dan Munawaroh (istri Susilo, tersangka yang tewas). Peran ketiganya kini masih didalami tim polisi antiteror.

Hal itu diungkapkan Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Nanan Soekarna, Kamis (24/9). ”Peran ketiganya masing-masing masih didalami lebih lanjut oleh tim,” kata Nanan.

Rohmad alias Bejo alias Yunus ditangkap tim Satuan Tugas Antiteror Polri di Pasar Kliwon, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo. Sementara Supono alias Kedu ditangkap di rumahnya di Blambangsari, RT 02 RW 04 Nomor 517, Kertosuro, Solo. Bejo dan Kedu ditangkap pada Rabu (16/9).

Sebelumnya, Kholid Syaifullah, Direktur Front Perlawanan Penculikan, seusai penangkapan Bejo mengungkapkan, Bejo memang pernah ditangkap polisi terkait terorisme pada 29 Juni 2004, sebelum Bagus Budi Pranoto alias Urwah ditangkap. Ketika itu, Bejo ditangkap bersama Adung yang pernah menjabat amir Al Jamaah Al Islamiyah. Adung telah bebas dari penjara. Saat itu, Bejo merupakan semacam pelayan bagi amir dan juga sempat berperan menyembunyikan Noordin M Top.

Sementara Urwah sendiri tewas dalam penyergapan polisi di Solo bersama Susilo, Noordin M Top, dan Ario Sudarso. Pada Juli 2004, Urwah pernah ditangkap polisi antiteror bersama rekannya Ubeid di gerbang Pondok Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Solo. Keduanya hendak menyelamatkan diri ke dalam ponpes.

Prinsip humanisme

Nanan mengatakan, setiap operasi terorisme tetap berupaya mengedepankan prinsip humanisme dan tahapan eskalasi sasaran. Oleh karena itu, tim low profile didahulukan dalam setiap operasi penangkapan. Bejo dan Kedu dapat ditangkap tanpa senjata api. Sementara penangkapan Noordin, Urwah, Ario, dan Susilo diwarnai baku tembak meski tetap diawali oleh tim low profile. ”Namun, yang perempuan (Munawaroh) bisa diselamatkan, tidak tertembak polisi,” kata Nanan.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau