DENPASAR, KOMPAS.com — Kasus rabies di Pulau Dewata kembali memakan korban. Sejak Januari hingga Kamis (24/9), sebanyak 13 orang meninggal setelah digigit anjing gila. Korban-korban tersebut berasal dari empat kabupaten/kota dari sembilan kabupaten/kota di Bali, yaitu Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan.
Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Provinsi Bali menyatakan, kasus rabies serius dan tidak terkendali karena meluasnya daerah terancam.
Sayangnya, pernyataan tersebut tidak dibarengi dengan persediaan vaksin antirabies yang cukup. Bahkan, seluruh rumah sakit, termasuk Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah sebagai rumah sakit rujukan, pun kehabisan vaksin.
Tersedia 150 vaksin
Ketua Tim Pengendali Rabies Rumah Sakit Sanglah Dokter Ken Wirasandhi membenarkan habisnya stok vaksin tersebut. Padahal, sejak awal tahun ini setiap hari tersedia sedikitnya 150 vaksin antirabies.
Ken mengaku telah meminta dari pusat untuk mengirim kan sejumlah vaksin sebagai persediaan sebelum libur Le- baran. ”Namun, sampai hari ini kami belum menerima kiriman tersebut dan katanya kiriman tersendat karena kendala transportasi sebagai dampak dari arus mudik,” tutur Ken.
Ia menambahkan bahwa habisnya stok vaksin tersebut dikarenakan semakin ting- ginya jumlah pasien yang berobat. Apalagi kasus rabies merebak cepat ke empat daerah yang tidak diperkirakan sebelumnya.
Oleh karena itu, Ken sekarang ini khawatir, apabila habisnya vaksin tidak segera tertangani, keadaan akan semakin memburuk.
Alasannya, vaksin tidak hanya dibutuhkan bagi pasien korban gigitan anjing gila yang baru masuk saja. ”Pasien yang sudah ada sebelumnya juga membutuhkan vaksin lanjutan hingga tiga kali,” ujarnya.
Di Tabanan
Hal serupa juga menjadi kekhawatiran Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan Ketut Sumiarta. Ia menjelaskan, stok vaksin antirabies terakhir yang dimiliki Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan sudah dia kirimkan ke Rumah Sakit Umum Daerah Tabanan sebanyak 100 dosis, kemarin (Kamis, 24/9).
Ia menambahkan, Dinas Kesehatan Tabanan saat ini masih menunggu kiriman dari Jakarta sebanyak 250 dosis vaksin tambahan. Sejak kasus rabies merebak di Tabanan sebulan terakhir, Dinas Kesehatan Tabanan telah menghabiskan sebanyak 2.025 dosis vaksin untuk menangani pasien korban gigitan anjing gila.
Berdasarkan catatan, ada 14.700 kasus gigitan anjing di Bali; dari angka tersebut, 5.800 vaksin antirabies telah habis. Sementara itu, Pemerintah Pro- vinsi Bali telah mengucurkan dana sekitar Rp 5 miliar untuk penanganan meluasnya rabies. (AYS)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang