Unik! Knalpot Yamaha Mio Bisa Berputar

Kompas.com - 25/09/2009, 09:58 WIB

KOMPAS.com — Untuk dipakai harian, tampilan Yamaha Mio Sporty dari Purwokerto ini kurang enak dilihat. Modifikasinya terkesan tanpa konsep dan kelihatan ramai. Siswo Winoto, builder dari Win's Paddock, Purwokerto, Jawa Tengah, seperti kehabisan ide kala menggarap skutik Yamaha produksi 2008 ini.

Pasalnya, sejal awal eksperimen pada Mio ini, ia justru ingin lepas dari aliran low rider dan hotrod. Kenyataannya, "Aku coba gabungkan konsep low rider dan hotrod. Jadinya matic fighter," ungkap Win, panggilan akrab Siswo Winoto.

Matic fighter karya Win tak bisa dibilang sebagai terobosan karena hasilnya mirip dengan streetfighter. Apalagi, di sini ditonjolkan pemangkasan sasis, dan tinggal 30 persen kerangka asli yang dipertahankan, termasuk komstir sampai down tube.

Untuk kerangka model teralis dari Ducati Monster yang ditransformasi ke skutik ini, Win menghabiskan pipa total 9 meter dengan diameter yang berbeda. Untuk kerangka utama, ia memakai pipa ukuran 3,4 inci sepanjang 4,5 meter, sedangkan untuk penyangga, ia menggunakan pipa 1,5 inci.

"Habis pipa sekitar 9 meter. Semua dibikin saling menunjang. Termasuk penunjang sokbreker belakang, itu harus hati-hati," ujar Win. Ia melanjutkan, jika salah konstruksi, pipa penahan beban dari sokbreker itu bisa bengkok.

Untuk finishing, bolehlah proses ini dikasih acungan jempol. Detail dan komposisi warna diracik apik. Namun, akan lebih menarik jika sumbu roda tidak mundur berlebihan, dan pemakaian setang tidak terlalu lebar.

Kendati begitu, ada yang menarik saat motor ini mengeluarkan asap. Ujung knalpot dengan beberapa lubang kecil—mirip senjata otomatis—akan berputar. Boleh juga, tuh. (Niko)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau