Boediono Akan Diberi Gelar Kepala Oranglima Utama

Kompas.com - 25/09/2009, 15:07 WIB

BANDA, KOMPAS.com — Wakil presiden terpilih, Boediono, akan dianugerahi gelar adat tertinggi Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, yang biasa disebut Kepala "Oranglima" Utama pada kunjungannya ke daerah ini, Jumat (25/9).
    
Tokoh masyarakat Banda, Des Alwi, di Bandaneira, Jumat, mengatakan, gelar berdasarkan rumpun adat Maluku "Patalima" itu bertujuan untuk menjadikan Boediono sebagai pelindung budaya Banda yang dijunjung tinggi selama 500-an tahun terakhir ini.
    
"Tokoh masyarakat dan adat Banda bertekad melestarikan budaya Banda yang telah ditetapkan UNESCO sebaga salah satu warisan budaya dunia dengan kehormatan dianugerahkan bagi Boediono karena kapasitasnya sebagai wapres (terpilih) menjadi pelindung," ujarnya.
    
Apalagi, menurut Des Alwi, saat perbincangannya dengan Boediono di Jakarta beberapa waktu lalu, ia tertarik mengunjungi Banda sebelum dilantik menjadi wapres guna melihat "saksi" sejarah, seperti peninggalan Belanda dan Portugis.
    
"Esensi strategis kehadirannya selama dua hari di Banda adalah melihat rumah Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, Cipto Mangungkusumo, dan sejumlah tokoh nusantara lainnya yang dibuang ke Banda saat zaman penjajah," katanya.
    
Gelar adat akan dianugerahkan bagi Boediono di lokasi "Parigi Rante" sebagai tempat pembantaian puluhan pejuang dan 40 "Orang Kaya" (gelar kebangsawanan) Banda pada 8 Mei 1621 atas perintah Gubernur Jenderal Jan Pieter Zoon Coen dari VOC.
    
Boediono juga dijadwalkan mengunjungi rumah ataupun pulau Mohammad Hatta dan Sultan Sjahrir yang masih terawat baik sehingga menjadi pesona wisata menarik bagi wisatawan domestik dan mancanegara. Dalam kunjungan ke Banda, dia juga dijadwalkan mengunjungi istana mini, rumah Cipto Mangunkusumo, gereja tua, rumah budaya, agrowisata pala, gunung api, benteng Belgica, dan tabur bunga di Teluk Lautaka.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau