Kepepet, Maradona Panggil Higuain

Kompas.com - 26/09/2009, 08:07 WIB

BUENOS AIRES, KOMPAS.com - Pelatih Tim Nasional Argentina, Diego Maradona memanggil nama penyerang Real Madrid, Gonzalo Higuain, dalam skuad yang akan melawan Peru dan Uruguay dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2010 Afrika Selatan (Afsel), Oktober mendatang. Meski ini adalah kali pertama Higuain masuk "Albiceleste", ia akan langsung terbebani kewajiban meloloskan Argentina ke Afsel.

Argentina saat ini berada di peringkat kelima klasemen kualifikasi Piala Dunia Zona Amerika Latin, posisi minimal untuk menjaga kelolosan ke Afsel, dengan dengan 22 poin. Dengan sisa dua pertandingan, Argentina masih berpeluang memperbaiki atau setidak-tidaknya bertahan di posisi ini untuk bisa tampil di Afsel. Mengingat tipisnya selisih poin dari tiga tim di bawahnya, Argentina wajib menang dalam dua laga itu.

Peru dan Uruguay bukanlah lawan enteng bagi Argentina. Keduanya punya cukup amunisi dan ambisi untuk menghancurkan mimpi Argentina tampil di Afsel. Motivasi kedua tim ini semakin melambung setelah mengetahui kekalahan beruntun yang diderita Argentina dalam dua laga terakhirnya, yaitu dari Brasil (1-3) dan Paraguay (0-1).

Sebaliknya bagi Argentina, sepasang hasil buruk membuat kaki Lionel Messi dkk semakin berat untuk menapak. Bahkan, publik Argentina berani menyebut skuad didikan Maradona bermain tanpa gairah dan tak pantas mewakili tradisi sepak bola "Tim Tango". Maradona pun kemudian didesak untuk kembali memanggil Juan Roman Riquelme demi misi penyelamatan.

Maradona mengerti kelesuan di dalam diri anak-anaknya. Namun, ia sepertinya masih enggan memanggil Riquelme. Ia pun memilih Higuain dengan pertimbangan bahwa pemain debutan, biasanya, memiliki kelebihan energi, motivasi, antusiasme, dan segalanya yang diperlukan tim untuk tampil lebih bertenaga. Higuain diharapkan bisa memberikan kesegaran baru untuk permainan Argentina.

Higuain sendiri sudah lama menantikan kesempatan ini. Bisa diharapkan, ia akan bermain lebih segar, bugar, dan tentu saja mengangkat moral tim. Sebagai pemain yang sebelumnya tidak pernah dipanggil, ia pasti akan berusaha meloloskan Argentina ke putaran final. Dengan begitu, secara otomoatis, ia bisa memperpanjang kariernya, setidaknya, sampai Afrika Selatan. Pasalnya, kalau sampai gagal, caps Higuain mungkin akan berhenti di angka dua atau bahkan satu.

Selain itu, Higuain juga layak diandalkan menjadi mesin gol Argentina. Meski tak seeksplosif Lionel Messi atau Sergio Aguero, Higuain punya ketajaman dan naluri "pembunuh". Torehan 21 gol dari 31 penampilannya bersama Madrid di Divisi Primera musim lalu membuktikan keandalannya.

Berikut adalah skuad Argentina untuk pertandingan versus Peru dan Uruguay.

Kiper: Diego Romero (AZ Alkmaar) and Mariano Andujar (Catania)

Bek: Fabricio Coloccini (Newcastle), Nicolas Pareja (Espanyol), Pablo Zabaleta (Manchester City), Emiliano Insua (Liverpool) and Gabriel Heinze (Marseille)

Gelandang: Jonas Gutierrez (Newcastle), Javier Mascherano (Liverpool), Angel Di Maria (Benfica), Pablo Aimar (Benfica) and Luis Gonzalez (Marseille)

Penyerang: Lionel Messi (Barcelona), Ezequiel Lavezzi (Napoli), Carlos Tevez (Manchester City), Diego Milito (Inter Milan), Sergio Aguero (Atletico Madrid) and Gonzalo Higuain (Real Madrid)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau