Tanpa Ade dan Toure, Arsenal Makin Oke

Kompas.com - 28/09/2009, 02:22 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Musim lalu, Arsenal tampak kesulitan setelah ditinggalkan Mathieu Flamini dan Aliaksandr Hleb. Namun, musim ini "The Gunners" lebih solid meskipun ditinggal pergi Emmanuel Adebayor dan Kolo Toure.

Sepeninggal Adebayor dan Toure, pendukung "Meriam London" mulai khawatir timnya semakin kehilangan sosok pemain berpengalaman. Cerita buruk musim lalu, ketika Cesc Fabregas dkk nyaris tak masuk zona Liga Champions, kembali terngiang-ngiang. Lagi pula, Arsenal tak membeli pemain anyar selain bek tengah Thomas Vermaelen.

Pada akhirnya, Arsenal tetap menjadi tim membahayakan. Fabregas cs tergolong tim yang paling banyak mencetak gol setelah Liverpool. Jumlah gol yang masuk ke gawang Manuel Almunia pun tak buruk. Bek kiri Gael Clichy pun mengakui, suasana timnya jauh lebih baik dari yang digambarkan orang-orang di luar Arsenal. Tak ada lagi perseteruan di bek sentral antara Toure dan William Gallas seperti terjadi musim lalu.

"Suasana tim jelas lebih baik dibanding tahun lalu. Orang lain bisa bilang apa saja karena perbedaan musim, tapi kami lebih menyatu," katanya kepada Daily Mail.

"Kami kehilangan hubungan baik antara dua bek tengah musim lalu. William Gallas menginginkan hubungan baik dengan pasangannya, dan dengan Thomas Vermaelen, keduanya langsung cocok sejak hari pertama," tambahnya.

Musim ini, Arsenal sangat menghemat pengeluaran pembelian pemain. Namun, mereka kini bisa mengharapkan keuntungan besar dari pembangunan kompleks Highbury Square. Jika proyek apartemen di kompleks tersebut sukses mendatangkan laba, musim depan, "The Gunners" bisa mulai merambah bursa transfer pemain.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau