PKS: Tak Ada Alasan SBY Ingkari Komitmen

Kompas.com - 28/09/2009, 11:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap yakin bahwa Partai Demokrat akan mendukung calon PKS, Hidayat Nur Wahid, untuk kembali menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat selama 5 tahun mendatang. Sekjen PKS Anis Matta mengatakan, keyakinan itu berdasarkan komitmen Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat yang juga presiden terpilih, Susilo Bambang Yudhoyono kepada PKS.

"Kami masih berpegang pada komitmen awal dengan SBY bahwa dia akan mencalonkan Pak Hidayat sebagai Ketua MPR," kata Anis, Senin (28/9), di Gedung DPR, Jakarta. Komitmen tersebut disampaikan secara lisan oleh SBY di Bandung, Jawa Barat, sesaat sebelum pendeklarasian SBY-Boediono, Mei lalu.

Meskipun ada kabar bahwa Partai Demokrat mendukung calon PDI Perjuangan Taufik Kiemas sebagai calon Ketua MPR, menurut Anis, SBY tak punya alasan untuk mengubah komitmennya."Kecuali, Demokrat sudah tidak mengikuti perintah SBY. Sampai sekarang belum ada pembatalan komitmen SBY dan tidak ada alasan untuk membatalkan," kata Anis.

Lagipula, tambah Anis, hingga hari ini belum ada kesepakatan koalisi antara Demokrat dan PDI Perjuangan. Siapa calon-calon Ketua MPR yang akan maju dalam bursa setidaknya harus diumumkan pada 2 Oktober mendatang. "Kami tetap yakin dengan dukungan dan komitmen SBY, kecuali beliau ingkar janji," ujar Anis.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau