Soemarsono: Semua Masih Balon Ketum Golkar

Kompas.com - 28/09/2009, 11:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Soemarsono, Sekretaris Jenderal Partai Golongan Karya (Golkar) membantah kalau bakal calon ketua umum (balon ketum) Surya Paloh dan Aburizal Bakrie sudah memenuhi persyaratan sebagai calon ketum Golkar.

"Bagaimana mau diyatakan sebagai calon, wong pemdaftarannya belum," kata Soemarsono, Sekretaris Jenderal Partai Golkar, di sela-sela peluncuran buku Dari Rumah Rakyat Mengawal Demokrasi karya ketua DPR HR Agung Laksono di Gedung Nusantara IV DPR Jakarta, Senin (28/9).

Sebelumnya beredar kabar bahwa kedua nama di atas sudah resmi menjadi calon Ketum. Dengan pernyataan Soemarsono ini, berarti baik Surya Paloh, Aburizal Bakrie, Yuddy Chrisnandi dan Tommy Soeharto masih berstatus balon ketum partai berlambang pohon beringin itu.

Menurut Soemarsono, setelah pendaftaran dalam Munas Golkar 5-7 Oktober di Pekanbaru nanti baru ditetapkan siapa yang lolos sebagai calon ketum sesuai dengan tata tertib. "Kalau tatibnya saya beberkan sekarang, berarti munasnya sekarang dong," ujar Soemarsono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau