JAKARTA, KOMPAS.com - Biasanya seorang anggota dewan terpilih akan merasa bahagia dan bangga karena mendapat kepercayaan dari rakyat untuk berkantor di Senayan. Namun tidak begitu dengan A. Dimyati N. Saat mengetahui terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mewakili Partai Persatuan Pembagunan (PPP), Dimyati justru dirundung dilema.
Hal tersebut tidak mengherankan, pasalnya saat terpilih, Dimyati masih menjabat sebagai Bupati Pandeglang, Banten. "Masa jabatan saya masih sampai akhir 2010 , tapi saya terpilih juga jadi anggota DPR. Terus terang pada waktu itu saya bingung menentukan pilihan," ujarnya kepada Kompas.com, di hotel JW. Marriott, Senin (28/9).
Sebenarnya, Dimyati mengaku tidak berniat menjadi perserta dalam pemilu legislatif lalu. Awalnya ia hanya mendukung Irna Narulita, sang istri, untuk mencalonkan diri. Dengan setia pria berkulit putih ini selalu mendukung sang istri dalam setiap kampanyenya. "Entah bagaimana ceritanya akhirnya saya juga mendaftar. Tapi tidak berharap sama sekali untuk menang," ujarnya.
Pada Dapil I Banten, PPP mendapat 40 persen suara, Irna dan Dimyati berhasil merebut suara pemilih pada Dapil mereka. "Ada joke yang mengatakan saya diusir masyarakat dari jabatan Bupati Banten, untuk menjadi anggota DPR," ujarnya seraya tertawa.
Saat mengetahui Dimyati terpilih, pro dan kontra langsung bermunculan. Pihak yang mendukung melihat terpilihnya Dimyati sebagai bukti rakyat merasa puas dengan kepemimpinannya selama ini. Sedangkan pada pihak yang kontra, menuding kemenangan Dimyati adalah bukti penyalahgunaan wewenang. "Pro kontra itu wajar. Yang penting rakyat percaya pada saya," kata dia
Pergi Umroh
Setelah dinyatakan terpilih menjadi anggota DPR, Dimyati belum juga dapat menentukan pilihan jabatan mana yang akan dia ambil. Karena terus dirundung perasaan dilematis, akhirnya Dimyati memutuskan untuk pergi umrah. Di tanah suci, ia berdoa agar diberikan petunjuk jabatan mana yang akan memberikan kebaikan baginya dan orang banyak. "Saya juga shalat istikhoroh karena tidak tahu apa yang harus saya pilih," kata dia.
Saat umroh, Dimyati mengaku yakin telah diberikan petunjuk untuk memilih jabatan sebagai anggota DPR. Tapi ia tidak menelan mentah-mentah petunjuk tersebut. Dimyati masih terus berkonsultasi dengan beberapa pemuka agama dan Ketua Umum PPP Surya Darma Ali. Setelah melalui proses panjang dan mendapatkan masukan, akhirnya Dimyati menetapkan hatinya untuk menjabat sebagai anggota DPR. Ia pun mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Bupati Pandeglang.
Komisi yang diingingkannya adalah komisi III, yang mengurusi masalah hukum. Dengan latar belakang pendidikannya di bidang hukum, Dimyati yakin dapat membenahi permasalahan hukum yang ada di negeri ini. "Hukum harus dibenahi sesuai dengan apa yang dimaksud presiden, hukum jangan sampai dipakai untuk meraih keuntungan sebagian orang," tegasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang