Inilah Gaya Busana Para Anggota Dewan Saat Pembekalan

Kompas.com - 29/09/2009, 19:08 WIB

KOMPAS.com — Menarik juga mengamati gaya berbusana para calon anggota DPR RI yang sedang mengikuti pembekalan di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (29/9). Yang artis tetap berkilau, yang berbusana muslim banyak, yang modis dengan jas juga banyak. Ada pula yang santai berjaket.

Dalam acara yang diset formal itu, calon anggota Dewan, terutama berlatar belakang artis, tetap terlihat modis. Salah satunya adalah mantan Puteri Indonesia, Venna Melinda.

Anggota Dewan terpilih yang mewakili Partai Demokrat ini mengenakan rok berpotongan A-line warna merah darah. Ia terlihat anggun dengan batik coklat yang dikenakannya. Lipstik merah bata menjadi pilihannya untuk melengkapi make up.

Untuk melengkapi penampilannya, Venna menambah aksesori berkilau, terdiri dari cincin ganda di jari tengah dan jam tangan emas. Senada dengan jam, sepatu wedges emas membuatnya terlihat tinggi.

Lain lagi gaya Rachel Maryam, artis yang mewakili Partai Gerindra ini memilih kemeja dengan detail kerut warna putih gading yang agak tipis. Ibu satu anak ini terlihat formil dengan celana bahan warna coklat dan sepatu warna senada.

Gaya yang sama dipilih oleh calon terpilih dari Partai Golkar Nurul Arifin. Ia mengenakan celana span abu-abu dan jas warna yang sama. Dalaman bermotif leopard menambah rona sehingga tak terlihat monoton.

Sementara itu, mantan peragawati Okky Asokawati tak bisa melepas atributnya sebagai mantan model. Mengenakan baju kurung berwarna oranye, ia terlihat modis dengan kerudung berwarna serupa.

Lalu bagaimana dengan anggota Dewan lainnya? Tak seperti para Dewan selebritis, anggota Dewan yang berasal dari kalangan profesional ataupun partai umumnya mengenakan busana yang lebih konservatif, baik warna maupun modelnya. Kebanyakan dari mereka menggunakan warna lembut dan tidak menarik perhatian.

Salah satunya adalah calon anggota terpilih dari PKS Ledia Hanifah. Berbusana muslimah bernuansa ungu menjadi pilihannya untuk mengikuti sore itu. Ada pula yang memilih batik sebagai busana andalan.

Pada pihak laki-laki, gaya konservatif menjadi pilihan para anggota Dewan terpilih, baik artis maupun lainnya. Ada batik berlengan panjang, kemeja beragam motif, dan ada pula yang mengenakan jas ataupun jaket sebagai pelengkap. Hal ini cukup membantu mengusir hawa dingin di Ruang Flores.

Namun perlu juga diingat, gaya berbusana seseorang tidak sepenuhnya mencerminkan kinerja mereka. Apakah mereka benar-benar berpihak pada rakyat? Kita tunggu tanggal mainnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau