Terlalu...Anggaran Pendidikan Gratis Belum Juga Dilaporkan!

Kompas.com - 29/09/2009, 19:42 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Sebanyak 23 pemerintah kabupaten/kota belum memasukkan laporan penggunaan anggaran pendidikan gratis ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan.

Kepala Biro Keuangan Sulsel Yusar Huduri di Makassar, Selasa (29/9), mengatakan, sesuai ketentuan Pemprov laporan tersebut seharusnya sudah dimasukkan pada tiap triwulan. Yusar melanjutkan, pada triwulan I tidak semua kabupaten/kota memasukkan laporannya. Pada triwulan II dan III pun tak satu laporan yang masuk.

Terkait itu, Pemprov belum melakukan tindakan apapun. Hanya saja, Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel akan segera turun ke daerah-daerah untuk melakukan pemeriksaan.

Yusar menjelaskan, sesuai aturan, Pemprov menanggung biaya 40 persen, sedangkan pemerintah kabupaten/kota sebesar 60 persen. Tahun lalu, anggaran pendidikan gratis mencapai Rp 193 miliar. Namun hingga triwulan ketiga ini, pemerintah kabupaten/kota belum juga memasukkan laporan penggunaan anggarannya.

"Harusnya ada, seperti bunyi Pergub dan Perda-nya, agar semua terkoordinasi dengan baik," katanya.

Yusar juga mengatakan, anggaran pendidikan gratis tahun 2010 tak akan berubah dari tahun 2009. "Mungkin tak ada tambahan, anggaran masih tetap pada Rp 193 miliar," ujarnya.

Sedangkan program kesehatan gratis, tambah Yusar, pada 2010 dipastikan pula tak ada penambahan anggaran dan hanya didasarkan pada anggaran 2009 yang senilai Rp 60 miliar.

"Saya kira anggaran itu sudah cukup untuk membantu jalannya program ini," kata Yusar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau