Rachel: Saya Tidak Akan Bolos

Kompas.com - 29/09/2009, 19:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Citra anggota DPR RI masih buruk. Sampai dengan sidang paripurna kemarin, masih saja banyak anggota yang bolos. Kini anggota baru DPR akan dilantik, akankah tren bolos ini akan berlanjut?

"Saya tidak berniat begitu (bolos)," tegas Rachel Mariam, caleg Dapil II Jabar, di sela-sela pembekalan anggota DPR dan DPD di Jakarta, Selasa (29/9).

Untuk itu, menurut artis cantik itu, ia akan fokus ke dunia barunya ini. Artinya, ia harus rela meninggalkan dunia hiburan dan mengurangi waktunya untuk keluarga.

"Pengorbanan terbesar saya adalah tidak punya waktu untuk keluarga dan dunia entertainment. Saya sudah di DPR, artinya harus rela yang lain bukan prioritas," ujar Rachel.

Lebih lanjut, ia menginginkan posisi di Komisi I atau di Komisi X. Di Komisi I karena ia mengaku punya kompetensi dalam berbahasa asing, sedangkan Komisi X dipilih karena dunia perfilman dibahas di situ.

"Di Komisi X saya mau perjuangkan soal hak paten kesenian dan kebudayaan. Kalau Komisi I mau selamatkan pulau-pulau terluar yang tidak bernama. Di luar komisi ini saya tak terbayang," papar Rachel.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau