BA'A, KOMPAS.com — Sebanyak 1.929 dari 4.596 kepala keluarga di Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao tidak memiliki WC atau jamban keluarga. Mereka yang tidak memiliki WC membuang tinja atau hajad di hutan atau semak semak.
Kepala Puskesmas Ba'a dr Mulat Daruranto kepada pers di Ba'a, Rabu (30/9), mengatakan, tinja yang dibuang di hutan atau semak mengeluarkan bau busuk, kemudian dikerubuti berbagai jenis lalat.
"Selain lalat, tinja ini juga sering dimakan binatang peliharaan seperti anjing, ayam, dan babi. Binatang-binatang ini kemudian berinteraksi dengan manusia sehingga gampang menularkan penyakit tertentu seperti diare," kata Mulat.
Warga tidak memiliki jamban karena kesulitan air bersih. Ada beberapa warga menggunakan jamban dengan sistem cemplung, tetapi tidak membantu sanitasi yang sehat dan bersih sehingga warga memilih membuang hajat di hutan atau semak. Kesulitan air bersih di Rote Ndao merupakan persoalan lama yang terus bergulir dari tahun ke tahun. Semestinya pemerintah daerah memprioritaskan penanganan masalah ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang