Demi Bank Century, Boediono dan Sri Mulyani Rapat Sampai Subuh

Kompas.com - 30/09/2009, 10:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Demi menyelamatkan Bank Century, Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Keuangan rela rapat maraton hingga subuh. Hal tersebut dapat diketahui dari salinan laporan sementara audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap dana penyehatan Bank Century yang diterima Kompas, Rabu (30/9) pagi.

Dari laporan tersebut dijelaskan bahwa persoalan Bank Century sudah dibahas dalam rapat konsultasi antara pihak Bank Indonesia, Departemen Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) selama empat kali yakni tanggal 14, 17, 18, dan 19 November 2008.

Begitu keluar surat Gubernur Bank Indonesia yang saat itu dijabat Boediono nomor 10/232/GBI/Rahasia pada tanggal 20 November 2008, rapat digelar secara maraton. Rapat tanggal 20 diketahui mulai dilakukan pukul 23.00 namun tak berhasil memutuskan kata sepakat.

Karenanya, rapat pun dilanujukan pagi harinya pukul 04.25-06.00. Rapat tersebut dihadiri oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati selaku Ketua KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan), Gubernur Bank Indonesia Boediono selaku anggota KSSK, dan Sekretaris KSSK Raden Pardede. Inti rapat tersebut memutuskan Bank Century sebagai bank gagal yang berdampak sistemik sebagaimana analisis Bank Indonesia.

Namun, rapat Jumat pagi subuh itu belum memutuskan cara penyelematan Bank Century. KSSK baru memutuskan persoalan Bank Century diserahkan kepada LPS pada pertemuan lanjutan sore harinya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau