JAKARTA, KOMPAS.com — Belum juga diambil sumpahnya dan dilantik, salah satu anggota DPR RI terpilih, Roy Suryo, dari Partai Demokrat sudah melontarkan interupsi. Hal ini terjadi dalam gladi resik pengambilan sumpah/janji anggota DPR dan DPD RI terpilih di Gedung Nusantara MPR/DPR RI, Rabu (30/9) pagi.
Persis usai agenda 'mengheningkan cipta' pada gladi resik acara yang kedua kali, Roy Suryo tiba-tiba berdiri dan berseru, "Interupsi, ketua". Kontan, ruangan sunyi sesaat. Protokoler lantas memberi waktu kepada Roy untuk mengungkapkan aspirasinya. "Peraga Presiden tidak ada. Ini tidak boleh terjadi. Kalau tidak ada, gladi ini harus diulang atau peraga Presiden harus dimintai pertanggungjawaban," seru Roy Suryo dari barisan ketiga.
Ruangan yang sunyi mendadak riuh karena gumaman dan seruan anggota Dewan lainnya. Protokoler di bagian depan ruangan juga tampak sibuk mencari penanggung jawab yang berhak memberikan konfirmasi. "Pada gladi yang kedua ini, kita ingin latihan, mengantisipasi kalau ternyata besok Presiden tidak hadir Pak," ujar seorang perempuan yang mewakili protokoler.
Mendengar jawaban si protokoler, suasana ruangan kembali ramai. Roy yang mengajukan interupsi hanya tertawa kecil sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. Sementara itu, protokoler kembali melanjutkan rangkaian gladi resik. Kehadiran Presiden SBY dalam momen pelantikan DPR dan DPD RI memang belum bisa dipastikan sehingga protokoler dewan membuat dua versi gladi resik. Presiden dan rombongan dijadwalkan baru akan mendarat besok sekitar pukul 11.00 di Bandara Soekarno-Hatta setelah mengakhiri keikutsertaan dalam konferensi G-20 di Amerika Serikat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang