Belum Dilantik, Anggota DPR Baru Sudah Interupsi

Kompas.com - 30/09/2009, 11:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Belum juga diambil sumpahnya dan dilantik, salah satu anggota DPR RI terpilih, Roy Suryo, dari Partai Demokrat sudah melontarkan interupsi. Hal ini terjadi dalam gladi resik pengambilan sumpah/janji anggota DPR dan DPD RI terpilih di Gedung Nusantara MPR/DPR RI, Rabu (30/9) pagi.

Persis usai agenda 'mengheningkan cipta' pada gladi resik acara yang kedua kali, Roy Suryo tiba-tiba berdiri dan berseru, "Interupsi, ketua". Kontan, ruangan sunyi sesaat. Protokoler lantas memberi waktu kepada Roy untuk mengungkapkan aspirasinya. "Peraga Presiden tidak ada. Ini tidak boleh terjadi. Kalau tidak ada, gladi ini harus diulang atau peraga Presiden harus dimintai pertanggungjawaban," seru Roy Suryo dari barisan ketiga.

Ruangan yang sunyi mendadak riuh karena gumaman dan seruan anggota Dewan lainnya. Protokoler di bagian depan ruangan juga tampak sibuk mencari penanggung jawab yang berhak memberikan konfirmasi. "Pada gladi yang kedua ini, kita ingin latihan, mengantisipasi kalau ternyata besok Presiden tidak hadir Pak," ujar seorang perempuan yang mewakili protokoler.

Mendengar jawaban si protokoler, suasana ruangan kembali ramai. Roy yang mengajukan interupsi hanya tertawa kecil sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. Sementara itu, protokoler kembali melanjutkan rangkaian gladi resik. Kehadiran Presiden SBY dalam momen pelantikan DPR dan DPD RI memang belum bisa dipastikan sehingga protokoler dewan membuat dua versi gladi resik. Presiden dan rombongan dijadwalkan baru akan mendarat besok sekitar pukul 11.00 di Bandara Soekarno-Hatta setelah mengakhiri keikutsertaan dalam konferensi G-20 di Amerika Serikat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau