Irawati Sempat Dinyatakan Sakit Jiwa

Kompas.com - 30/09/2009, 14:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebelum datang ke persidangan lanjutan pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen untuk bersaksi, ternyata Irawati Arienda (39), istri kedua Nasrudin, dinyatakan sakit jiwa berdasarkan surat keterangan dokter.

"Benar. Saya yang datang sendiri ke dokter," kata istri Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, dalam sidang dengan terdakwa Daniel Daen di Pengadilan Negeri Tangerang, Rabu (30/9).

Berdasar surat keterangan dokter, pengacara Juan Felix Tampubolon keberatan dengan kesaksian perempuan cantik tersebut. Surat itu ditandatangani pada tanggal 28 September 2009 oleh Dr Amienuddin Saad.

Kepala suratnya tertulis RS Marzoeki Mahdi Bogor dengan keterangan Irawati mengalami sakit jiwa ringan. "Saat itu saya memang mengeluh kepala sakit terus dan sakit perut. Tapi saya siap menjalani sidang," ucap ibu dengan dua anak ini.

Lebih lanjut majelis hakim dalam persidangan paralel kedua yang diketuai Asnun menilai Irawati yang menikah dengan Nasrudin selama 10 tahun dalam keadaan sehat dan mampu memberikan keterangan dengan lancar dan rasional.

Dalam kesaksian pada persidangan sebelumnya, di mana ia sempat pingsan, Irawati mengaku bahwa Nasrudin tidak pernah cerita bahwa suaminya pernah ada musuh ataupun yang mengganggu dirinya. Ia pun tidak mengenal Antasari Azhar, ketua (non-aktif) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjadi tersangka dalam kasus ini.

Nasrudin ditembak setelah bermain golf di Lapanga Golf Modernland dalam perjalanan pulang di Jalan Hartono Raya Perum Modernland Tangerang pada 14 Maret 2009.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau