Pegawai KPK Sampaikan Kriteria Pimpinan pada Tim 5

Kompas.com - 30/09/2009, 18:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Serikat pegawai KPK melakukan pertemuan dengan tim rekomendasi calon anggota sementara pimpinan KPK atau tim lima untuk menyampaikan aspirasi terkait tiga pimpinan sementara KPK yang akan dipilih.

"Kedatangan kami agar tim lima memahami bahwa ada pegawai KPK yang selama ini bekerja. Suara pegawai bisa didengar oleh tim lima," ucap Ketua Serikat Pegawai KPK Johan Budi usai bertemu dengan tim lima di Kantor Dephum HAM Jakarta, Rabu ( 29/9 ). Ikut hadir empat pengurus serikat pegawai KPK lain.

Johan yang juga menjabat sebagai juru bicara KPK mengatakan, mereka diterima oleh empat anggota tim lima yaitu Widodo AS, Adnan Buyung Nasution, Andi Mattalata, dan Taufiequracham Ruki.

Dalam pertemuan, kata Johan, mereka menyampaikan kriteria yang diinginkan para pegawai KPK kepada tim lima usai melakukan diskusi internal di serikat pegawai KPK. Kriteria tersebut hampir serupa dengan kriteria yang ditetapkan oleh tim lima yaitu berintegritas, mengetahui "roh" pemberantasan korupsi di KPK, kuat, berkarakter, dan independen. Kriteria tersebut penting untuk mengembalikan kinerja KPK.

"Kami cukup gembira sambutan dari tim lima yang memperhatikan aspirasi kami. Aspirasi kami dijadikan salah satu pertimbangan untuk memilih tiga pimpinan sementara KPK. Kita sangat berharap apa yang dipilih (pimpinan) tidak kecewakan KPK," ucap dia.

Para pegawai KPK, tambah Johan, pasti akan menerima seluruh pimpinan sementara yang dipilih dari latar belakang manapun asalkan memenuhi kriteria yang diinginkan para pegawai. "Selama memenuhi kriteria pasti akan didukung," tutur Johan.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau