Gempa, Warga Tembilahan Berhamburan ke Jalan

Kompas.com - 30/09/2009, 19:02 WIB

TEMBILAHAN, KOMPAS.com — Warga Tembilahan, ibu kota Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, berhamburan ke jalan raya saat terjadi gempa pada Rabu petang.
 
Seperti dilaporkan Antara, terlihat warga yang sedang berada di dalam bangunan bertingkat bergegas keluar dari bangunan tersebut menuju jalan raya, menjauh dari bangunan bertingkat.  
 
Akibat kuatnya gempa tersebut, tampak bangunan ruko yang ada di Kota Tembilahan bergerak-gerak. Kejadian ini membuat warga panik dan keluar berhamburan dari bangunan bertingkat.
 
"Kuat terasa gempanya, bahkan ruko tempat saya bekerja terlihat bergerak-gerak. Takut bangunan roboh, maka saya pilih keluar saja saat gempa," ujar Yati, seorang pekerja warung internet.

Bahkan, karena kuatnya gempa tersebut terlihat pula tower milik Telkom yang terletak di Jalan Hang Tuah Tembilahan terlihat bergoyang-goyang. Beberapa warga mengaku pusing saat gempa dan mereka melihat bangunan yang tampak bergerak-gerak akibat pengaruh gempa ini.

Selama masih terasa goyangan gempa, warga memilih bertahan di luar rumah dan berusaha menghindari bangunan bertingkat. Baru setelah tidak ada terasa goyangan lagi warga berangsur-angsur masuk ke dalam rumah mereka.
 
Gempa yang berpusat di Pariaman, Sumatera Barat, ini juga membuat warga yang bermukim di kawasan pesisir Indragiri Hilir panik, apalagi gempa kali ini dirasakan lebih kuat dibandingkan gempa beberapa waktu sebelumnya. Biasanya saat gempa terjadi, warga di pesisir Indragiri Hilir lebih fokus melihat gerakan air di sungai karena mereka khawatir terjadi tsunami.

"Gempa juga terasa cukup kuat di daerah kami, bahkan warga serius mengamati air sungai karena katanya kalau air sungai atau laut mendadak surut ada potensi terjadi tsunami," ujar Rana, seorang warga Desa Bekawan, Kecamatan Mandah.
 
Desa ini berada berhadapan dengan Selat Berhala, bahkan desa tetangganya, Desa Kuala Selat, beberapa waktu lalu sempat dihantam gelombang pasang yang merusak puluhan rumah warga di sana.

Gempa juga membuat para pengunjung dan keluarga pasien yang berada di RSUD Puri Husada Tembilahan menjadi panik. Malahan, beberapa di antaranya terlihat menyelamatkan keluarga mereka yang sedang dirawat karena khawatir gempa menimbulkan kerusakan bangunan.

Gempa yang terjadi beberapa saat itu tidak menimbulkan kerusakan fisik bangunan di Indragiri Hilir.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau