Warga Padang Masih Mengungsi

Kompas.com - 30/09/2009, 20:27 WIB

PEKANBARU, KOMPAS.com — Gempa berkekuatan 7,6 skala Richter (SR) mengakibatkan warga Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), mengungsi karena kekhawatiran bakal terjadi gempa susulan.

"Warga masih takut kembali ke rumah dan berkumpul di lapangan," kata Dewi, salah seorang warga daerah Kuranji, Kota Padang, yang dihubungi dari Pekanbaru, Rabu (30/9).

Menurut dia, ratusan warga di daerahnya masih bertahan di lapangan yang tak jauh dari permukiman warga. Mereka mendirikan tenda darurat dari terpal dan peralatan seadanya.

Ia mengatakan, warga masih trauma dan takut apabila terjadi gempa susulan.
 
"Banyak rumah yang roboh, tapi jumlahnya belum pasti. Rumah saya sendiri kondisinya berantakan dan dinding retak-retak," ujarnya.

Menurut dia, warga mengalami kepanikan sangat hebat pada saat gempa terjadi sekitar pukul 17.16 WIB. Bahkan, pengendara sepeda motor terlihat banyak berjatuhan.

Ia mengatakan, kondisi saat ini masih mencekam, ditambah lagi hujan deras dan listrik padam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, episentrum gempa tektonik berada di dasar laut dengan kedalaman 71 kilometer yang berjarak 57 kilometer arah barat daya Kota Pariaman, Sumatera Barat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau