Sumut Kirim Enam Dokter Bantu Korban Gempa Sumbar

Kompas.com - 30/09/2009, 23:29 WIB

MEDAN, KOMPAS.com  - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengirimkan enam orang dokter spesialis tulang dan spesialis bedah untuk membantu penanganan korban gempa di Sumatera Barat.

 "Tadi sore kita sudah berangkatkan enam orang dokter melalui jalur darat. Besok kita juga akan memberangkatkan tambahan tenaga medis jika memang dibutuhkan," ujar Kepala Dinas Infokom Sumut, H Eddy Syofian, Rabu malam.

Sumut ditetapkan pemerintah pusat sebagai salah satu titik untuk mengerahkan berbagai jenis bantuan termasuk bantuan tenaga kesehatan jika terjadi bencana di wilayah Sumbagut.

Untuk bantuan logistik, Eddy Syofian mengatakan daerahnya juga telah siap mengerahkannya, ’Buffer stock’ yang ada di Medan akan kita kerahkan jika memang dibutuhkan," katanya.

Ia memastikan Sumut juga siap jika dibutuhkan sebagai posko penghubung pendistribusian bantuan bencana. "Jika memang dibutuhkan, kita siap menjadi posko penghubung seperti yang pernah kita lakukan ketika bencana tsunami melanda Aceh beberapa tahun lalu," katanya.

Sumut, khususnya Kota Medan, merupakan satu di antara tiga daerah di Sumatera yang ditetapkan pemerintah pusat sebagai daerah penghubung selain Pekanbaru dan Palembang.

Eddy Syofian juga memastikan pihaknya akan terus memantau perkembangan musibah gempa di Sumbar. "Sumut tentu akan memberikan bantuan dalam bentuk apa pun yang dibutuhkan tanpa harus diminta, baik dalam bentuk barang maupun tenaga," ujarnya.

Sejumlah wilayah di Sumbar pada Rabu (30/9) sore sekitar pukul 17:16 WIB diguncang gempa berkekuatan 7,6 SR, berpusat di 0,84 Lintang Selatan dan 99,65 Bujur Timur dengan kedalaman 71 km di dasar laut, atau sekitar 57 kilometer arah barat daya Kota Pariaman.

Gempa-gempa susulan dengan intensitas yang lebih kecil dari gempa utama masih terus dirasakan masyarakat Sumbar.

Gempa susulan yang mendekati gempa utama tercatat kekuatan 6,2 SR dan terjadi pada pukul 17:38 WIB dan terjadi di 0,72 Lintang Selatan dan 99,94 Bujur Timur dengan pusat gempa 110 kilometer di dasar laut, sekitar 22 kilometer barat daya Kota Pariaman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau