Warga Cari Anggota Keluarga ke RRI

Kompas.com - 01/10/2009, 06:19 WIB

PADANG, KOMPAS.com - Pascagempa di Kota Padang, Rabu kemarin, ada sekitar 200 warga mendatangi Radio Republik Indonesi (RRI) Padang mencari tahu keberadaan sanak saudara mereka yang belum diketahui keberadaannya.
   
Sebelumnya, Wali Kota Padang Fauzi Bahar telah menetapkan RRI Padang sebagai posko informasi pencarian warga yang hilang.
   
Fauzi Bahar juga memerintahkan jajarannya untuk segera menggunakan seluruh alat berat yang ada untuk mempemudah proses evakuasi. Namun, demikian 80 unit alat berat yang ada di daerah tersebut masih dirasakan kurang, mengingat jumlah gedung yang runtuh mencapai ratusan.
   
Maka dari itulah, Wali Kota Padang meminta bantuan tambahan alat berat dari daerah lain untuk mempercepat proses evakuasi warga yang masih terjebak reruntuhan.
   
Padamnya aliran listrik ditambah hujan deras yang mengguyur Kota Padang sejak sore hingga malam hari semakin mempersulit proses evakuasi yang dilakukan gabungan Tim SAR, TNI, Polri, Satpol PP, dan masyarakat.
   
Tiga rumah sakit di Kota Padang, yakni Rumah Sakit M Jamil, Rumah Sakit Tentara Ganting, dan Rumah Sakit Yos Sudarso yang juga rusak akibat gempa tetap menerima korban gempa yang berhasil dievakuasi.
    
Hingga pukul 03.30 WIB tercatat 24 korban meninggal di Rumah Sakit M Jamil, 23 korban meninggal di Rumah Sakit Tentara Ganting, dan 22 korban meninggal di Rumah Sakit Yos Sudarso.
    
Operasional rumah sakit sendiri dapat terus berlangsung dengan menggunakan genset. Namun demikian Kepala Rumah Sakit M Jamil, Zukyat Iskandar mengatakan rumah sakitnya masih membutuhkan genset dan solar untuk dapat terus beroperasi, mengingat aliran listrik masih padam.
   
Selain genset dan solar, ia juga menegaskan bahwa rumah sakitnya membutuhkan banyak stok darah, carian infus, kain pembalut patah tulang, perbang, dan obat-obatan lainnya. Rumah sakit juga memerlukan tambahan tenda serta tempat tidur untuk pasien.          
   

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau