Produsen Motor Bocorkan Strategi Tahun Depan

Kompas.com - 01/10/2009, 10:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kekagetan pasar motor nasional tahun depan, sehubungan dengan rencana kenaikan pajak bea balik nama BBN dari 10 menjadi 20 persen, sudah diantisipasi oleh para ATPM motor. Strategi pun sudah disiapkan, bahkan mereka memprediksi penjualan berpotensi naik naik 5,8 hingga 6 juta. Meski jumlah tersebut masih di bawah rekor 2008 yang mencatat 6,2 juta.

Sekalipun peningkatan populasi "kuda besi" dihadang dengan pajak, sebagai transportasi termurah, keberadaannya tak bisa dibendung. Dari berbagai model yang dipunyai penguasa pasar nasional, tampaknya permintaan produk skuter otomatik (skutik) berperan kontribusinya meningkatnya terhadap total pasar. Pangsa motor dengan sistem berpenggerak continous variabel transmision (CVT) ini akan mencapai 45 persen.

Lalu, apa strategi produsen motor menghadapi shock sejenak  kelak? Dyonisius Beti, Vice President Director PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) selaku ATPM motor Yamaha membocorkannya ke KOMPAS.com belum lama ini.

“Kami yakin pangsa skutik akan menggerus bebek (cup) tahun depan. Untuk itu, kami akan lebih konsentrasi ke produk ini,” ujar Dyon. Dikatakannya, 
untuk memuluskan rencana ini, ATPM akan meningkatkan kapasitas produksi skutik menjadi 50 persen dari kapasitas produksi saat ini 120.000 unit per bulan. Caranya, dengan mengalihkan sebagian lini produksi bebek ke skutik.

Sementara itu, PT Astra Honda Motor (AHM) pada 2010 juga berniat untuk terus meningkatkan kapasitas produksi skutik 50 persen dari kapasitas yang ada sekarang ini sekitar 98.000 unit per bulan. Bahkan Agustus lalu, ATPM telah menyuntikan dana Rp 140 miliar sehingga jumlah produksi naik dari kisaran 60.000 unit menjadi 100.000 unit per bulan. 

Produsen motor berlambang sayap mengepak ini mengaku tetap akan mengandalkan produk bebek untuk tetap memimpin pasar motor nasional tahun depan. “Memang pangsa skutik akan meningkat tahun depan, tapi total pasar akan ikut meningkat juga. Artinya permintaan bebek juga akan naik, tapi dari komposisi akan berkurang. Selain itu, permintaan cup di daerah masih sangat bagus,” papar Direktur Pemasaran AHM Julius Aslan.

Sebelumnya, PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) yang selama ini yang terkenal akan segmen sport juga akan menjajal pasar skutik tahun depan. Mereka berencana  akan melepas produk skutiknya di pertengahan 2010.

Mengacu data wholesales Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), sepanjang delapan bulan pertama 2009, pasar skutik masih didominasi oleh merek berlambang garpu tala yakni produk Mio dan Mio Soul dengan penjualan 749.646 unit atau pangsa 54,7 persen. Di posisi kedua, Honda mengandalkan Beat, Vario, dan Vario Techno dengan penjualan 499.742 unit (36,5 persen), dan terakhir Suzuki dengan Spin, Skywave, dan Skydrive sebanyak 121.112 unit (8,8 persen).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau