JAKARTA, KOMPAS.com — Data sementara dari Posko Satkorlak Kantor Gubernur Sumatera Barat, sampai Kamis, pukul 11.00 WIB, tercatat 215 orang tewas akibat gempa di tiga daerah, yaitu Padang 139 orang, Kabupaten Padang Pariaman 62 orang, dan Kota Pariaman 14 orang.
Diperkirakan ribuan orang masih terjebak di reruntuhan bangunan seperti di kawasan Mara Palam Padang, Kantor Adira Finance Sawahan Padang, sejumlah Ruko di Sawahan Kota Padang, Masjid Nurul Iman, Apotik Sari di depan Masjid Nurul Iman, dan Gedung Kursus Gama.
Bupati Padang Pariaman Muslim Kasim mengatakan, di daerahnya ada sekitar tujuh kecamatan yang paling parah dilanda gempa, yaitu Padang Sago, Sugai Geringging, Aurmalintang, Kampung Dalam, Ulakan, 2x12 Enam Lingkung, dan Tapakis,
"Saat ini, kecamatan itu masih terisolir karena jalan akses menuju kecamatan itu terputus," katanya, yang berharap ada pasokan bantuan melalui angkutan udara untuk menembus daerah itu.
Sejumlah kabupaten lain di Sumbar yang terkena dampak gempa yaitu Kabupaten Pessel, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Agam, Kabupaten Solok, dan Kota Solok. Data korban gempa dari daerah itu masih belum masuk ke Satkorlak di Kantor Gubernur Sumatera Barat.
Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi melakukan eksposes data ini di hadapan Mendagri Mardianto, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, dan Menhub Jusman Safeii Djamal.
Berdasarkan pantauan Antara, jalan-jalan di Kota Padang masih lengang. Sejumlah jalan retak dan ribuan tiang listrik yang roboh masih belum diperbaiki sehingga distribusi listrik masih mengalami gangguan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang