ITALIA, KOMPAS.com — Valentino Rossi mengecap bahwa keputusan FIM menyunat kapasitas mesin MotoGP dari 990 cc menjadi 800 cc pada 2007 merupakan kesalahan terbesar dalam 15 tahun. Pernyataan sang juara dunia 6 kali MotoGP ini diungkapkan dalam wawancara dengan Dennis Noyes dari majalah Motociclismo, Spanyol.
Menurut pandangan "The Doctor"—julukan Rossi—motor 990 cc itu memang besar, kasar, dan liar, tetapi tenaganya dahsyat dan membuatnya senang, sedangkan motor 800 cc jelek dan diibaratkan sebagai motor kurang tenaga. "Saya sangat sedih ketika awal-awalnya, meski sekarang terus dilakukan pengembangan," sebut Rossi.
Rossi ditanya, bagaimana balapan bisa seru ditonton di pinggir sirkuit maupun TV, khususnya dengan motor 800 cc. Bagi pebalap, perubahan itu sangat tidak enak sekali. Padahal, katanya, kala lomba menunggangi motor 990 cc, hal itu sama seperti ketika balap era GP500. Di situ terjadi persaingan sengit diselingi manuver-manuver cepat dengan roda belakang sliding.
"Apakah adegan seperti itu yang dimaui penonton? Tidak," ujar pebalap kelahiran Urbino, Italia, tersebut. Saat menunggangi motor 990 cc, gejala roda belakang bergeser justru terjadi di mulut tikungan.
Melihat penurunan kapasitas mesin ke 800 cc, menurut Rossi, FIM telah melakukan langkah yang sangat keliru. "Kami jadi kehilangan bagian terbesar (suhu kompetisi) karena sekarang ini perangkat elektronik cukup berperan. "Dari saya, selain FIA, yang lebih salah lagi adalah pihak pabrikan ketika mereka setuju dengan 800 cc. Dan sekali lagi, 990 cc yang terbaik," ungkap Rossi.
Penyunatan kapasitas mesin yang dirancang untuk membatasi kecepatan, hasilnya justru lebih membahayakan. Pasalnya, ketika menikung, kecepatan motor lebih tinggi dibanding motor 990 cc. Bahkan, Dani Pedrosa bersama Honda RC212-V mampu melesat dengan kecepatan tertinggi 349,3 km/jam, yang diukirnya saat latihan resmi di MotoGP Italia tahun ini. Kemudian, pebalap "dijajah" oleh perangkat elektronik.
Korban lainnya adalah pebalap dari tim satelit. Mereka belum mencicipi kemenangan dengan motor 800 cc. Adapun di kelas 990 cc, tercatat Toni Elias, Alex Barros, dan Makoto Tamada, yang semuanya menunggang Honda.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang