LONDON, KOMPAS.com - Federasi Sepak Bola Inggris (FA) menyatakan, penyerang Manchester City, Emmanuel Adebayor bersalah menyusul aksi provokasinya terhadap pendukung Arsenal. Adebayor dikenai denda sebesar 25.000 poundsterling dan dilarang tampil dalam dua pertandingan di semua kompetisi di bawah naungan FA. Hukuman ini merupakan hukuman tambahan, menyusul skorsing tiga pertandingan atas kasus penginjakkan muka Robin van Persie.
Kasus Adebayor bermula saat City menjamu Arsenal dalam lanjutan Premier League, Sabtu (12/9) yang berakhir 4-2 untuk tuan rumah. Saat itu, Adebayor melakukan dua kesalahan, yaitu menginjak muka Robin van Persie dan merayakan gol di muka tribun pendukung Arsenal usai mencetak gol ketiga untuk City.
Atas kedua tindakan itu, Adebayor sudah meminta maaf. Pelatih City, Mark Hughes bahkan mendesak FA untuk meringankan sanksi skorsing untuk Adebayor.
Untuk penginjakkan muka Van Persie, FA sulit memberikan keringanan karena aksi Adebayor mencemarkan nama baik Premier League, yang dikenal sportif. Adebayor pun tak bisa berkelit dari hukuman skorsing tiga pertandingan. Adebayor pun terpaksa absen dalam duel versus Manchester United (Premier League), Fulham (Piala Carling), dan West Ham United (Premier League).
Pada kasus perayaan gol, Adebayor dinyatakan bersalah karena sengaja memancing kemarahan suporter Arsenal. Namun, FA menilai Adebayor pantas mendapatkan keringanan, terutama karena Adebayor sendiri telah secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada pendukung Arsenal. Adebayor pun hanya mendapat sanksi skorsing dua pertandingan dan denda.
Selain itu, FA juga memberi toleransi pelaksanaan hukuman skorsing. Mereka menunda pemberlakukan skorsing dua pertandingan itu sampai Desember mendatang. Dengan begitu, Adebayor sudah bisa kembali bermain saat City menghadapi Aston Villa dalam lanjutan Premier League, Senin (5/10).
"Penyerang Manchester City, Emmanuel Adebayor, didenda 25.000 poundsterling dan diberikan hukuman larangan tampil dua pertandingan. Adebayor. Hukuman larangan tampil dua pertandingan itu ditunda sampai Desember 2010 dan akan diberlakukan dalam (kompetisi di bawah naungan FA)," ujar FA dalam situs resminya.
"Komisi (Disiplin) juga menyatakan bahwa para pemain bertanggung jawab untuk membawa diri sendiri kepada perilaku pantas dan selebrasi seperti itu tidak bisa diterima karena berpotensi mengakibatkan insiden publik yang serius," lanjut pernyataan tersebut.
Adebayor telah menyatakan, selebrasi gol itu dilakukan karena ia kecewa kepada pendukung Arsenal. Pasalnya, ketika masih membela Arsenal, musim lalu, suporter Arsenal terang-terangan menunjukkan ketidaksukaan mereka dengan mencemooh Adebayor, terutama ketika bermain buruk.
Melalui selebrasi gol itu, Adebayor ingin mengatakan bahwa Arsenal salah telah membuangnya. Terbukti, di City ia mampu tampil tajam dan merobek gawang "The Gunners". Dan, Adebayor juga telah menegaskan, tidak kapok merayakan gol serupa di setiap kesempatan City bertemu Arsenal. (FA/DM)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang