Massa Merasa Dirampok

Kompas.com - 02/10/2009, 05:58 WIB

SAO PAULO, Kompas.com - Pebalap Ferrari asal Brasil, Felipe Massa meminta hasil GP Singapura 2008 dihapus dan menganggap kecurangan yang dilakukan tim Renault telah merampok kemenangannya.

Tim Renault terbukti bersalah melakukan rekayasa tabrakan yang dilakukan oleh pebalap mereka, Nelson Piquet jr. Peristiwa itu memuluskan jalan buat pebalap utama mereka, Fernando Alonso untuk menjadi juara.

Namun Massa menganggap kemenangan Alonso tidak sah. "Apa yang terjadi adalah perampokan, tetapi hasilnya tidak berubah. Ini yang tidak bisa dibenarkan," kata Massa. "Perampokan ini mengubah hasil dan membuat saya kehilangan gelar," kata Massa.

Alonso yang mengawali lomba dari posisi 15 kemudian memanfaatkan posisinya saat safety car masuk track. Piquet yang kemudian dinyatakan bersalah menuduh dua pimpinan Renault, Flavio Briatore dan Pat Symonds memintanya untuk melakukan tindakan tercela tersebut.

Meski Renault dan Briatore kemudian dijatuhi hukuman, hasil lomba GP Singapura tetap tidak diubah. Keputusan ini tetap mempertahankan hasil pebalap McLaren asal Inggris, Lewis Hamilton yang keluar sebagai juara dunia dengan mengungguli Massa dengan selisih hanya satu poin.

"Di sepakbola, bila ada kasus wasit yang terbukti disuap, hasil pertandingan kemudian dianulir.  Di Italia, mereka menurunkan peringkat Juventus (setelah terbukti bersalah). Namun di sini (F1) mereka hanya menghukum Briatore. Saya rasa ini tidak benar," kata Massa lagi.

Rabu lalu, Ferrari telah mengumumkan merekrut Alonso untuk berlomba bersama Massa mulai musim 2010. Hubungan Massa dan Alonso sudah bertahun-tahun memburuk sejak kasus peludahan yang dilakukan di sirkuit Monza tiga tahun lalu.

Setelah GP Eropa 2007, mereka juga terlibat saling memburukkan. Kamis lalu, Massa yang tengah memulihkan diri dari cedera yang menimpanya di GP Hungaria, terlihat menyambangi dan memberi salam kepada Nelson Piquet Jr dalam suatu lomba gokar di Sao Paulo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau