JAMBI, KOMPAS.com - Sebanyak 87 rumah di Desa Renah Kemumu, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, Jambi, tidak dapat lagi ditempati karena rusak berat pascagempa pada Kamis (1/10) pagi. Sekitar 30 warga setempat yang mengalami luka berat dan ringan kesulitan untuk mencapai rumah sakit terdekat, karena akses jalan terputus akibat longsor.
Wakil Bupati Merangin Hasan Basri Harun mengatakan, kondisi jalan yang terputus tidak memungkinkan untuk mengangkut para korban hingga rumah sakit terdekat. Pasalnya, jalan terputus akibat longsoran tebing pada tiga titik menuju desa.
Karena itu, pihaknya mendatangkan petugas medis dari Ibu Kota Bangko. Petugas berjalan kaki untuk dapat mencapai desa tersebut, dan memberikan pengobatan di tempat bagi para korban. "Petugas kami yang berjalan kaki untuk mencapai korban gempa," ujar Hasan, saat mengunjungi korban gempa di Desa Renah Kemumu, Jumat siang.
Hasan melanjutkan, sejumlah alat berat mulai didatangkan pada Jumat pagi tadi. Akan tetap i, upaya perbaikan membutuhkan waktu, mengingat ada satu titik yang panjang longsorannya mencapai lebih dari 30 meter, dengan kondisi jalan yang merekah. "Mudah-mudahan jalan bisa segera dilalui supaya bantuan-bantuan lainnya bagi para korban bisa cepat sampai," lanjutnya.
Kondisi di Renah Kemumu, lanjutnya, cukup memprihatinkan. Hanya lima rumah warga setempat yang masih dapat ditempati. Sebagian besar warga harus mengungsi di tenda-tenda darurat.
Selain rumah, banyak 11 sekolah dan dua masjid juga rusak. Kegiatan belajar mengajar diliburkan untuk sementara waktu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang