Kembali ke Ranah Minang Demi Keluarga

Kompas.com - 02/10/2009, 18:26 WIB

PADANG, KOMPAS.com - Gempa bumi berkekuatan 7,6 skala Richter di Sumatera Barat, Rabu (30/9), tidak hanya menimbulkan kepanikan bagi warga lokal, tapi juga sanak keluarga mereka yang tinggal di berbagai pelosok di Indonesia.

Terlebih, jaringan telepon di Padang dan sekitarnya turut porak-poranda, sehingga menyulitkan komunikasi. Maka, tidak ada pilihan lain kecuali pulang ke kampung halaman mereka.

Para korban gempa yang selamat tentu membutuhkan penguatan dari anggota keluarga mereka. Mohammad Suryo (40) adalah salah satunya.

Gempa yang merobohkan ratusan bangunan di Sumbar itu memaksanya kembali ke Pariaman, Sumatera Barat. Padahal demi alasan menabung, Suryo, yang telah merantau ke Jakarta selama 20 tahun itu bahkan memutuskan tidak mudik  ke Ranah Minang pada Idul Fitri 2009.

"Tapi, yang ini beda. Orangtua saya turut menjadi korban gempa," ujar Suryo kepada Kompas.com, Jumat (2/10), di Bandar Udara Minangkabau, Padang.

Suryo awalnya tidak dapat menghubungi kedua orangtuanya pada Rabu (30/9). Padahal, pria yang sehari-hari berdagang di kawasan Cinere ini telah mencoba menelepon ibunya puluhan kali sambil menonton tayangan televisi.

"Saya sangat panik waktu itu," kenangnya.

Akhirnya, pada Kamis (1/10) siang, Suryo berhasil menghubungi kedua orangtuanya.

"Alhamdulillah, orangtua saya luka-luka ringan. Ketika gempa terjadi, orangtua saya sedang menghadiri acara di luar sehingga tidak tertimpa bangunan," katanya.

Nasib rumah orangtua Suryo tidak sebagus nasib orangtuanya. Rumah yang ditinggali sejak kanak-kanak itu rusak cukup parah. Sebagian atap rumahnya rusak parah. Begitu juga dengan perkakas dan lantai rumahnya.

Nasib serupa dialami William (26). Demi mengetahui kondisi orangtuanya yang tinggal di Ula Karang, Padang, pria yang bekerja di Ibu Kota ini mengambil cuti dan pulang ke Padang.

Akibat gempa, orangtuanya mengalami luka-luka ringan. Namun, William tetap ingin melihat kondisi orangtuanya secara langsung.

"Orangtua saya tinggal sendiri. Dua kakak saya berada di luar (negeri)," ujarnya.

William mengatakan, dirinya belum memutuskan kapan akan kembali bekerja di Jakarta. "Tergantung situasi dan keadaan orangtua," ujarnya singkat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau